Karantina Sulbar Gagalkan Masuknya Bibit Tanaman Hias Ilegal

  • 04 Feb 2026 16:53 WIB
  •  Mamuju

RRI.CO.ID, Mamuju- Balai Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan (BKHIT) Sulawesi Barat melakukan penahanan terhadap sejumlah komoditas tanaman hias yang masuk tanpa dokumen karantina di Pelabuhan Feri Simboro Mamuju, Senin 2 Februari 2026.

Komoditas yang ditahan berasal dari masuk dari Pelabuhan Kariangau Balikpapan, Kalimantan Timur. Sejumlah komoditas yang ditahan berupa 9 Jenis tanaman hias antara lain Bambu Kuning, Plutek Pisang, Palm, Rumput Kaca, Mawar, Nusa Indah, Pucuk Merah, Wali Songo dan Bonsai Cemara dengan total jumlah tanaman sebanyak 1.047 batang.

 

Kepala Karantina Sulbar, Mudakir, dalam wawancaranya, Rabu 4 Februari 2026 menyampaikan bahwa tindakan penahanan merupakan langkah preventif untuk mencegah masuk dan tersebarnya Organisme Pengganggu Tumbuhan Karantina (OPTK) yang berpotensi mengancam pertanian, lingkungan, serta ketahanan pangan nasional.

 

“Penahanan tersebut dilakukan karena media pembawa tersebut tidak dilengkapi dokumen karantina berupa sertifikat kesehatan tumbuhan antar area sesuai syarat lalulintas tumbuhan,” tegasnya

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Tim Kerja Penegakan Hukum (Gakkum), Khaeruddin, menjelaskan kronologis masuknya komoditas tersebut yang berangkat dari Pelabuhan Tanjung Perak Timur dengan tujuan akhir Kota Palu.

 

“Dari hasil investigasi yang dilakukan, diketahui bahwa bibit tanaman hias ini berangkat dari Pelabuhan Tanjung Perak menuju Mamuju melalui Pelabuhan Semayang dan Kariangau Kalimantan Timur dengan tujuan akhir Kota Palu,” jelasnya.

 

Khaeruddin menambahkan, Pemasukan bibit tanaman hias ini tergolong ilegal karena tidak dilaporkan kepada Petugas Karantina di daerah asal dan tidak dilengkapi dokumen berupa Sertifikat Kesehatan Tumbuhan Antar Area.

 

“Pemasukan bibit tanaman hias ini tergolong ilegal karena tidak dilaporkan kepada Petugas Karantina di daerah asal dan tidak dilengkapi dokumen berupa Sertifikat Kesehatan Tumbuhan Antar Area yang menyertai,” tutupnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....