BPBD Jateng: Keselamatan Saat Bencana Ditentukan Kesiapsiagaan Diri

  • 04 Feb 2026 16:02 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Semarang – BPBD Provinsi Jawa Tengah menegaskan kesiapsiagaan diri menjadi faktor utama keselamatan masyarakat saat bencana alam terjadi. Masyarakat diimbau tidak sepenuhnya bergantung pada bantuan petugas saat kondisi darurat.

Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Jateng, Wahjoedi Fadjar, menyebut keselamatan korban lebih banyak ditentukan kesiapan individu. Hal tersebut merujuk kajian penanggulangan bencana yang dilakukan di Jepang.

“Sesuai kajian dari Jepang, orang bisa selamat hidup itu persentasenya karena dari kemampuan diri sendiri 35%, terus ada bantuan dari saudara itu 20%, dan seterusnya. Yang terendah itu 0,9% dari Tim SAR atau dari Tim lembaga pemerintah,” katanya, Rabu, 4 Februari 2026.

Menurutnya, data tersebut menunjukkan fase awal bencana sangat bergantung pada respons cepat individu dan keluarga. Bantuan resmi umumnya datang setelah kondisi darurat berlangsung.

Wahjoedi menambahkan, masyarakat perlu memiliki rencana evakuasi dan mengetahui lokasi aman di lingkungan tempat tinggal. Langkah tersebut dinilai efektif meminimalkan risiko korban jiwa.

BPBD Jawa Tengah juga mengimbau masyarakat rutin memantau informasi cuaca dan peringatan dini dari BMKG. Kewaspadaan perlu ditingkatkan terutama saat potensi cuaca ekstrem.

Selain itu, BPBD terus menjalin kerja sama dengan berbagai lembaga untuk memperkuat kesiapsiagaan bencana. “Kami akan terus bekerja sama dengan lembaga-lembaga lain untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi bencana alam,” ungkap Wahjoedi Fadjar.

Melalui peningkatan kesiapsiagaan diri, masyarakat diharapkan mampu menghadapi ancaman bencana dengan lebih tangguh. Upaya tersebut penting untuk mengurangi dampak dan risiko korban.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....