Wadankodaeral VI Memastikan Korban Kapal Terbakar Dirawat Intensif
- 03 Feb 2026 18:35 WIB
- Makassar
RRI.CO.ID, Kota Makassar - Sembilan korban Kapal Nelayan di Pelabuhan Paotere Kecamatan Ujung Tanah Kota Makassar, Selasa, 3 Februari 2026 mendapat perawatan intensif di Rumah Sakit Jala Amari TNI Angkatan Laut Kodaeral VI. Wakil Komandan (Wadan) Kodaeral VI Laksamana Pertama (Laksma) TNI Dr. Arya Delano, S.E., M.Pd., M.Han., meninjau langsung kondisi para korban kecelakaan kapal ikan nelayan Rismawati Indah yang meledak dan terbakar di Pelabuhan Paotere, Kota Makassar
Peninjauan dilakukan Laksma Arya Delano kesembulan nelayan korban kebakaran Kapal Nelayan di RSAL Jala Ammari Kodaeral VI, tempat ke Sembilan (9) yang mendapatkan perawatan intensif sejak pasca kejadian saat proses pembongkaran hasil tangkapan ikan. Kehadiran Wadan Kodaeral VI tersebut merupakan bentuk komitmen TNI AL dalam memastikan seluruh korban memperoleh penanganan medis yang cepat, profesional, dan maksimal.
Wadan Kodaeral VI menyampaikan bahwa sejak para korban dievakuasi dan dirujuk ke RSAL Jala Ammari Kodaeral VI, tim kesehatan telah memberikan perawatan medis secara intensif dan berkelanjutan, melibatkan dokter serta tenaga medis berpengalaman. “Kami akan terus memantau perkembangan kondisi para korban dan memastikan mereka mendapatkan penanganan medis yang terbaik. Harapan kami, dengan perawatan optimal dari dokter dan tim medis RSAL Jala Ammari Kodaeral VI, para korban dapat segera pulih,” ujar Laksma Arya Delano
Tidak hanya fokus pada penanganan pasca kejadian, TNI AL melalui Kodaeral VI juga menegaskan komitmennya dalam upaya pencegahan ke depan. Wadan Kodaeral VI menyampaikan rencana pelaksanaan Komunikasi Sosial kepada masyarakat nelayan sebagai langkah edukatif untuk meningkatkan kesadaran akan risiko dan bahaya membawa peralatan yang berpotensi membahayakan keselamatan pelayaran.
“Ke depan, kami akan memberikan edukasi dan pengetahuan kepada para nelayan melalui kegiatan Komsos, agar kejadian serupa tidak terulang dan keselamatan pelayaran dapat lebih terjamin,” tambahnya.
Melalui langkah cepat, penanganan medis optimal, serta edukasi berkelanjutan, TNI Angkatan Laut menegaskan perannya tidak hanya sebagai penjaga kedaulatan laut, tetapi juga sebagai pelindung dan pengayom masyarakat maritim Indonesia.
Saat meninjau korban kebakaran Kapal Nelayan yang terbakar, Wadan Kodaeral VI didampingi para Pejabat Utama (PJU) Kodaeral VI, Kepala Dinas Kesehatan (Kadiskes) Kodaeral VI, serta Kepala RSAL Jala Ammari Kodaeral VI.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....