50 Anak Ikuti Khitanan Massal Gratis Yonkav 13
- 01 Feb 2026 12:57 WIB
- Nunukan
RRI.CO.ID. Nunukan: Suasana hangat dan penuh keberanian mewarnai Markas Satgas Pamtas Yonkav 13/SL di Jl. Fatahillah, Sabtu (17/01/2026). Bupati Nunukan yang diwakili oleh Plt. Sekretaris Daerah, Drs. Raden Iwan Kurniawan, secara resmi membuka kegiatan Bakti Sosial Khitanan Massal yang diinisiasi oleh Yayasan Laskar Perbatasan Peduli berkolaborasi dengan TNI dan PPNI.
Kegiatan ini merupakan bentuk nyata kehadiran lembaga sosial dan pemerintah di tengah masyarakat, khususnya bagi warga yang kurang mampu. Dengan semangat berbagi, Yayasan Laskar Perbatasan Peduli ingin memastikan bahwa anak-anak di wilayah perbatasan mendapatkan hak kesehatan mereka melalui proses khitan yang aman, layak, dan tanpa dipungut biaya.
Plt. Sekda Raden Iwan Kurniawan dalam sambutannya menekankan bahwa khitanan massal ini memiliki manfaat ganda, baik dari sisi medis maupun pemenuhan kewajiban agama dan budaya. Pemerintah daerah sangat mengapresiasi langkah yayasan yang turun langsung meringankan beban ekonomi orang tua dalam memenuhi kebutuhan kesehatan anak-anak mereka.
Interaksi menyentuh terlihat saat Plt. Sekda memberikan semangat kepada para peserta agar tidak merasa takut. Beliau berpesan agar anak-anak tetap tenang karena proses ini merupakan jembatan untuk tumbuh menjadi pribadi yang lebih sehat dan kuat. Dukungan moral ini penting untuk menjaga mental anak-anak saat menghadapi prosedur medis.
"Kepada anak-anakku yang akan dikhitan hari ini, saya berpesan agar tetap berani dan tenang. Ini adalah proses untuk menjadi anak yang sehat, kuat, dan kelak menjadi kebanggaan orang tua, masyarakat, dan daerah. Jangan takut, karena kalian didampingi oleh tenaga medis yang profesional serta orang tua yang selalu mendoakan", ujarnya.
Ketua Yayasan Laskar Perbatasan Peduli, Hamzah, menyatakan rasa bangganya atas terselenggaranya kegiatan perdana ini sejak yayasan berdiri. Dengan total 50 peserta, Hamzah menegaskan bahwa misi utama lembaga mereka adalah murni untuk berbagi dan membantu sesama, tanpa mengharapkan imbalan selain kemaslahatan masyarakat perbatasan.
Kehadiran tenaga medis profesional dari PPNI dan dukungan Satgas Pamtas memastikan seluruh proses berjalan lancar dan sesuai standar kesehatan. Bakti sosial ini diharapkan menjadi pemantik bagi gerakan sosial lainnya di Kabupaten Nunukan, di mana kolaborasi antara organisasi masyarakat, TNI, dan pemerintah dapat menciptakan dampak positif yang masif.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....