Keselamatan Warga Jadi Prioritas dalam Pengoperasian RDF Rorotan
- 31 Jan 2026 19:05 WIB
- Jakarta
RRI.CO.ID, JAKARTA — Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) memastikan operasional RDF Plant Rorotan tetap berjalan secara bertahap, terukur, dan terkendali, dengan keselamatan serta kenyamanan warga sekitar sebagai prioritas utama.
Pasca uji coba RDF yang dilakukan beberapa tahap, warga di lokasi yang berdekatan dengan wilayah operasi RDF merasa terganggu dengan bau yang dihasilkan RDF.
Bahkan beberapa dari warga menggelar aksi hingga melakukan komplain di lokasi RDF untuk menghentikan operasi RDF karena aroma sampah tercium hingga radius dua km.
Nadia salah satu warga Rorotan yang mengeluhkan bau saat RDF sedang beroperasi mengatakan didepan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung pada Jumat 30 Januari 2026 mengatakan bahwa bau RDF saat ini masih terasa.
"Kemarin baunya masih sangat terasa, Pak. Saya setiap hari lewat situ, Pak," keluhnya kepada Pramono.
Menghadapi komplain warga, Kepala DLH DKI Jakarta, Asep Kuswanto, menyampaikan untuk memberikan kejelasan informasi kepada masyarakat sekaligus menunjukkan komitmen Pemprov DKI Jakarta dalam mengelola fasilitas pengolahan sampah secara bertanggung jawab, transparan, dan berhati-hati.
Menurut Asep, RDF Plant Rorotan merupakan infrastruktur strategis daerah yang dibangun untuk menjawab tantangan pengelolaan sampah Jakarta ke depan. Namun demikian, pelaksanaannya tidak dilakukan secara tergesa-gesa, melainkan melalui tahapan yang terukur dan diawasi secara ketat agar tetap aman bagi lingkungan dan masyarakat.
“Operasional RDF Plant Rorotan kami jalankan secara bertahap dengan prinsip kehati-hatian. Seluruh proses berada dalam pengawasan ketat agar sistem berfungsi optimal dan tidak menimbulkan dampak bagi warga sekitar,” ujar Asep.
Asep menegaskan, perhatian utama Pemprov DKI Jakarta adalah warga yang bermukim di sekitar RDF Plant Rorotan. Pemerintah memastikan bahwa setiap potensi dampak yang dirasakan masyarakat menjadi bahan evaluasi langsung di lapangan, dan tidak diabaikan. Keluhan warga, termasuk terkait bau dan aktivitas kendaraan, ditindaklanjuti secara cepat melalui penyesuaian teknis operasional.
“Kami tidak menutup mata terhadap keresahan warga. Justru masukan dari masyarakat sekitar menjadi alarm penting bagi kami untuk melakukan perbaikan. Operasional RDF Plant Rorotan tidak dijalankan dengan pendekatan memaksakan, tetapi dengan prinsip saling menjaga dan saling menghormati,” jelas Asep.
Sebagai langkah konkret, DLH memastikan seluruh sistem pengendalian emisi dan kebauan beroperasi dengan baik. Selain itu, pengangkutan sampah menuju RDF Plant Rorotan hanya menggunakan truk compactor tertutup hasil pengadaan tahun 2024 dan 2025 yang telah memenuhi standar teknis, sehingga potensi bau dan ceceran air lindi dapat diminimalkan sejak dari sumber.
Pengawasan juga dilakukan secara langsung di lapangan melalui dua pos pantau yang ditempatkan di akses utama dari arah Jakarta Timur dan Jakarta Utara. Di pos tersebut, petugas melakukan pemeriksaan ketat terhadap setiap kendaraan pengangkut, mulai dari memastikan bak tertutup rapat, penampungan lindi tidak bocor, hingga memastikan tidak adanya tetesan air lindi di jalan.
Asep menambahkan, keberlanjutan operasional RDF Plant Rorotan merupakan bagian dari upaya jangka panjang Pemprov DKI Jakarta untuk mengurangi ketergantungan pada sistem landfill, sekaligus mendorong pengelolaan sampah yang lebih modern dan berkelanjutan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....