Damkar Nunukan Kekurangan Armada Mobil Tembak

  • 30 Jan 2026 14:31 WIB
  •  Nunukan

RRI.CO.ID, Nunukan - Pemadam Kebakaran (Damkar) Nunukan mengatakan, saat ini pihaknya masih kekurangan armada mobil pemadam kebakaran yang dilengkapi oleh power take off (PTO) untuk menembakkan air ke objek yang terbakar. Saat ini, kapasitas mobil tembak yang dimiliki damkar cenderung terbatas.

Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Seksi Bantuan Penyelamatan dan Evakuasi Dinas Pemadam Kebakaran Nunukan, Aristra Pratama Sanmigo dalam Dialog Kentongan Dalam Studio Edisi Kamis (29/1/2026). Adapun, topik dialog terkait Waspada Kebakaran di Awal Tahun 2026 Ancaman Nyata dan Kesiapsiagaan Bersama.

"Kami sebenarnya masih kekurangan mobil PTO. Mungkin para pendengar bertanya-tanya, apa itu PTO? PTO itu mesin senjata kami di lapangan ketika terjadi kebakaran, itu penembak utamanya," ujarnya.

Aris menjelaskan, pada akhir tahun lalu, Damkar menerima bantuan sejumlah unit mobil operasional dari Pemerintah Kabupaten Nunukan. Kendati begitu, bantuan yang diberikan berupa mobil untuk menyuplai air (water supply unit).

"Supply hanya membantu air untuk menyuplai mobil tembak kami. Mobil tembak kami (saat ini) hanya 3 ribu liter untuk menembakkan kebakaran itu 2 menit pun enggak sampai kalau memakai full," jelasnya.

Sejauh ini, Damkar Nunukan hanya memiliki 3 dari 5 unit mobil tembak (PTO) yang kondisinya baik. Ketiga unit itu terdapat di wilayah Sebatik Barat, Sebatik Timur, dan Sebatik Utara.

"Khusus di Nunukan ada 5 unit PTO. 2 unit kurang baik. Sebatik ada 3 PTO di Sebatik Barat, Timur, Utara," ucapnya.

Baca Juga: Kebakaran di Nunukan Capai 27 Kasus Sepanjang 2025

Di sisi lain, Aris menyampaikan ada sejumlah kendala yang ditemukan ketika penanggulangan kebakaran. Selain sumber air, kendala lainnya adalah jalur menuju lokasi kejadian yang sulit diakses.

"Kendala yang sering ada di lapangan selain sumber air yang menjadi utama jalur lokasi tempat kejadian kebakaran. Terkadang agak susah di kecamatan antar desa dengan mobil yang cukup besar, jalur tak semulus daerah Nunukan," jelasnya.

Aris pun mengimbau masyarakat untuk memerhatikan kelistrikan di rumah masing-masing untuk mengantisipasi terjadinya kebakaran. Ia meminta agar masyarakat mencabut peralatan elektronik ketika meninggalkan rumah dalam jangka waktu lama.

Seperti diketahui, Dinas Pemadam Kebakaran (Disdamkar) Kabupaten Nunukan mencatat sebanyak 27 kasus kebakaran yang terjadi sepanjang tahun 2025. Dari jumlah tersebut, kebakaran rumah warga menjadi kasus terbanyak dengan total 18 kejadian.

Komandan Peleton (Danton) Markas Komando (Mako) Kecamatan Nunukan, Suwar, mengatakan bahwa kebakaran rumah warga masih mendominasi dibandingkan jenis kebakaran lainnya. Ia menyebut, korsleting listrik dan kelalaian dalam penggunaan peralatan rumah tangga menjadi penyebab utama terjadinya kebakaran di Kabupaten Nunukan (TA).

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....