LDII Ajak MUI Perkuat Ukhuwah untuk Kesejahteraan Umat
- 28 Jan 2026 11:25 WIB
- Bandung
RRI.CO ID, Bandung — Dewan Pimpinan Wilayah Lembaga Dakwah Islam Indonesia Jawa Barat (DPW LDII Jabar) menghadiri pelantikan pengurus Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jabar masa khidmat 2025-2030 sekaligus Peringatan Isra Mi'raj 1447H tingkat Provinsi Jabar di Bale Gede Pakuan/Gedung Negara Pakuan, Selasa 27 Januari 2026). LDII mengajak MUI untuk terus memperkuat ukhuwah Islamiyah di antara organisasi kemasyarakatan (ormas) Islam serta mengembangkan kerja sama strategis dalam berbagai bidang demi mewujudkan kesejahteraan umat.
Ajakan tersebut disampaikan sebagai bagian dari komitmen LDII untuk membangun sinergi, persatuan, dan kontribusi nyata umat Islam dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.
“LDII memandang MUI sebagai mitra strategis dalam menjaga persatuan umat. Melalui penguatan ukhuwah dan kerja sama lintas ormas Islam, kami yakin berbagai persoalan umat dapat dihadapi secara bersama-sama dengan lebih efektif,” ujar Ketua DPW LDII Jabar, Dicky Harun, dalam keterangannya, Rabu 28 Januari 2026.
Sementara itu, Ketum MUI Jabar, KH. Aang Abdullah Zein, dalam sambutan saat pelantikannya mengatakan, mengusung prinsip 5 -as dalam menjalankan kepemimpinan, yaitu kerja keras, kerja cerdas, kerja tuntas, kerja ikhlas, dan kerja sinergitas sebagai pondasi gerak organisasi. Ia juga mengingatkan pentingnya menjauhi lima perilaku destruktif mulai dari ambisi berlebihan hingga konflik internal di akhir masa jabatan. "Mari seluruh elemen MUI untuk memperkuat kebersamaan dan persatuan umat melalui semangat bersama," ajaknya.
Baca juga:Apip Pastikan Muswil DPW PPP Bakal Dilaksanakan
Dicky juga menambahkan bahwa ukhuwah Islamiyah merupakan pondasi utama dalam menjaga persatuan umat. Di tengah tantangan zaman yang semakin kompleks, mulai dari persoalan sosial, ekonomi, pendidikan, hingga isu-isu keumatan, diperlukan kolaborasi yang kuat antarlembaga Islam.
"MUI sebagai payung besar ulama dan ormas Islam memiliki peran strategis dalam menyatukan langkah dan pandangan, sehingga perbedaan yang ada tidak menjadi sumber perpecahan, melainkan kekuatan untuk saling melengkapi," urainya.
Dalam kesempatan itu, LDII menegaskan komitmennya untuk terus berkontribusi dalam pembangunan umat melalui berbagai program dakwah, pendidikan, sosial, dan ekonomi. LDII meyakini bahwa dakwah tidak hanya terbatas pada penyampaian ajaran agama, tetapi juga mencakup upaya nyata dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Oleh karena itu, sinergi dengan MUI dinilai sangat penting agar program-program yang dijalankan dapat saling menguatkan dan memberikan dampak yang lebih luas.
Di bidang dakwah, LDII mendorong dakwah yang sejuk, moderat, dan menyejukkan umat. Dakwah yang menekankan nilai-nilai persaudaraan, toleransi, dan kebersamaan dinilai penting untuk menjaga kondusivitas masyarakat, khususnya di tengah derasnya arus informasi dan media sosial yang kerap memicu kesalahpahaman.
Di bidang pendidikan, LDII mengajak MUI untuk bersama-sama meningkatkan kualitas pendidikan keagamaan. Program pembinaan generasi muda, penguatan karakter, serta peningkatan literasi keislaman menjadi fokus utama.
Pasalnya, generasi muda perlu dibekali tidak hanya dengan pengetahuan agama yang kuat, tetapi juga dengan sikap moderat, keterampilan hidup, dan semangat kebangsaan. Di bidang sosial dan kemanusiaan juga menjadi perhatian.
Ormas Islam memiliki peran penting dalam membantu masyarakat yang membutuhkan, terutama dalam situasi darurat seperti bencana alam, krisis ekonomi, maupun persoalan sosial lainnya. Dengan sinergi yang baik, penyaluran bantuan diharapkan dapat lebih tepat sasaran dan berkelanjutan.
Selain itu, penguatan ekonomi umat menjadi salah satu masukan pemting. LDII menilai bahwa kemandirian ekonomi merupakan salah satu kunci kesejahteraan umat. Melalui kerja sama dengan MUI, LDII berharap dapat mendorong pengembangan ekonomi berbasis syariah, pemberdayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta peningkatan literasi keuangan syariah di kalangan masyarakat.
| Baca juga: Bootcamp 2026 Dongkrak Generasi "Leadership" |
“Jika umat Islam kuat secara ekonomi, maka mereka akan lebih mandiri dan mampu berkontribusi lebih besar bagi masyarakat luas. Kerja sama antarormas Islam sangat diperlukan untuk mewujudkan hal tersebut,” harap Dicky.
Ia juga menekankan pentingnya menjaga komunikasi yang intensif dan berkelanjutan antara LDII dan MUI. Dialog yang terbuka dan saling menghargai dinilai sebagai kunci untuk membangun kepercayaan dan menghindari kesalahpahaman. Kedua belah pihak sepakat untuk menjadikan pertemuan ini sebagai langkah awal dalam memperkuat sinergi ke depan.
Ia menegaskan bahwa ajakan untuk memperkuat ukhuwah dan kerja sama ini sejalan dengan nilai-nilai Islam yang mengajarkan persatuan dan kebersamaan. Dalam konteks kebangsaan, persatuan umat Islam juga diharapkan dapat memberikan kontribusi positif bagi stabilitas dan kemajuan Jabar secara keseluruhan.
LDII berharap terus terjalin silaturahmi dan kolaborasi antar ormas Islam. Dengan semangat ukhuwah, perbedaan pandangan yang ada dapat dikelola secara bijak, sehingga tidak menghambat upaya bersama dalam membangun umat.
Melalui penguatan ukhuwah dan kerja sama lintas ormas Islam, LDII optimis dapat berkontribusi lebih besar dalam mewujudkan masyarakat yang religius, harmonis, dan sejahtera. "Sinergi ini diharapkan tidak hanya memberikan manfaat bagi umat Islam, tetapi juga bagi masyarakat Jabar secara umum, sebagai bagian dari upaya bersama membangun bangsa yang berkeadaban dan berkeadilan," pungkas Dicky.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....