Pendampingan Kesehatan Perempuan Tekan Risiko Anemia dan Stunting

  • 28 Jan 2026 08:24 WIB
  •  Banjarmasin

RRI.CO.ID, Banjarmasin - Upaya pencegahan anemia dan stunting terus diperkuat melalui pendampingan berkelanjutan terhadap perempuan sejak usia remaja. Pendekatan ini dinilai penting karena kondisi kesehatan perempuan sangat berpengaruh terhadap tumbuh kembang anak dan kualitas generasi mendatang.

Petugas Ahli Gizi Puskesmas Karang Mekar, Rida, menjelaskan pendampingan bagi perempuan dimulai sejak sebelum memasuki masa kehamilan. Menurutnya, pendampingan ini bertujuan memastikan kesiapan gizi perempuan sebelum mengandung hingga melahirkan.

“Ini ada namanya pendampingan, jadi kami dampingi sampai mereka punya anak, jadi by step-nya itu dari hamil, mulai dari pemeriksaan kesehatan,” ujarnya. 

“Kalau dari kami, edukasinya tentang makan gizi seimbang dan konsep isi piringku," katanya.

Rida menambahkan pola asuh yang tepat menjadi faktor utama dalam pencegahan anemia dan stunting. Oleh karena itu, perempuan terus dibekali pendampingan agar memiliki pemahaman yang baik dalam merawat anak sejak dini.

“Setelah melahirkan pun ada tata-tata sampai ASI eksklusif, pemberian vitamin A, kemudian wajib memantau pertumbuhan dan perkembangan anaknya, jadi pola asuh itu harus dibenahi dan dibarengi dengan dukungan ekonomi," katanya.

Rida menyebut sebagian keluarga sebenarnya sudah memahami pola gizi yang benar. Namun, keterbatasan ekonomi masih menjadi tantangan sehingga diperlukan kolaborasi lintas sektor untuk mendukung keberhasilan program.

“Kadang mereka sudah tahu yang benar, cuma daya dukungnya kurang karena rata-rata yang kami tangani ekonominya menengah ke bawah,” ucapnya. 

“Jadi saat kami memberikan, misalnya PMT, tidak sesuai harapan karena yang seharusnya untuk satu anak malah dimakan berdua," ucapnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....