YKI Banjarmasin Bongkar Kanker Payudara Masih Jadi Kasus Tertinggi

  • 15 Jul 2026 16:48 WIB
  •  Banjarmasin

RRI.CO.ID, Banjarmasin – Kasus kanker payudara menjadi kasus terbanyak di Kota Banjarmasin dengan 42 penderita pada tahun 2025. Disusul kanker leher rahim sebanyak 24 kasus dan kanker kolorektal empat kasus.

Fakta itu terungkap saat pengukuhan Ketua Yayasan Kanker Indonesia (YKI) Kota Banjarmasin, Siti Wasilah yang berlangsung di Aula Kayuh Baimbai, Rabu, 15 Juli 2026. Pada kesempatan itu, Ia mengajak masyarakat memanfaatkan Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang telah disediakan pemerintah sebagai langkah deteksi dini berbagai penyakit, termasuk kanker.

"Kalau kanker bisa ditemukan sejak stadium awal, peluang pengobatannya jauh lebih besar. Khusus kanker leher rahim, apabila terdeteksi lebih dini, peluang untuk ditangani juga semakin baik. Yang berbahaya justru ketika pasien baru mengetahui saat sudah memasuki stadium lanjut," katanya.

Di bawah kepengurusan baru, YKI menegaskan komitmennya memperkuat upaya pencegahan, edukasi, hingga pendampingan bagi penyintas dan penderita kanker di Kota Banjarmasin.

Usai dikukuhkan, Siti Wasilah menegaskan seluruh pengurus akan menjalankan amanat Yayasan Kanker Indonesia Pusat dan YKI Provinsi Kalimantan Selatan dengan meningkatkan sinergi bersama berbagai pihak.

"Kami ingin memastikan upaya pencegahan dan advokasi kepada para penderita kanker di Kota Banjarmasin berjalan lebih optimal. Seluruh pengurus akan bekerja lebih baik dan terus bersinergi dengan YKI Provinsi," ujar Siti Wasilah.

Ia mengungkapkan, perhatian utama YKI masih tertuju pada kanker serviks dan kanker payudara yang hingga kini menjadi jenis kanker dengan jumlah kasus terbanyak di Kota Banjarmasin. Sementara pada laki-laki, kanker paru juga menjadi penyakit yang perlu mendapat perhatian serius.

Selain itu, YKI mulai meningkatkan kewaspadaan terhadap kanker kolorektal atau kanker usus besar. Menurutnya, kondisi geografis Banjarmasin yang didominasi kawasan rawa dan sungai, ditambah pola konsumsi masyarakat, menjadi faktor yang perlu diwaspadai.

"Masyarakat kita sudah terbiasa dengan pola makan dan minum tertentu. Ketika mengalami gangguan pencernaan ringan sering kali dianggap hal biasa, padahal itu bisa menjadi faktor risiko kanker usus besar. Karena itu jangan menunda pemeriksaan jika ada keluhan yang berulang," katanya.

Sementara itu, Ketua TP PKK Kota Banjarmasin, Neli Listriani, mengajak seluruh pengurus YKI tidak hanya fokus pada edukasi. Tetapi juga memberikan dukungan moral kepada para penderita kanker.

"Orang yang sedang berjuang melawan kanker tidak hanya membutuhkan pengobatan, tetapi juga dukungan dan semangat dari keluarga maupun lingkungan sekitarnya. Itu sangat berarti bagi proses pemulihan mereka," ujar Neli.

Ia menambahkan, kepengurusan baru YKI Kota Banjarmasin juga akan memperkuat berbagai kegiatan sosial. Termasuk penyaluran bantuan sembako bagi masyarakat yang sedang menjalani pengobatan kanker sebagai bentuk kepedulian dan dukungan kemanusiaan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....