KOMPAK Dorong Kolaborasi Jaga Penyu Sisik Sabang
- 24 Jan 2026 23:01 WIB
- Sabang
RRI.CO.ID, Sabang - Upaya konservasi penyu sisik di Kota Sabang terus diperkuat melalui pendekatan kolaboratif lintas pihak agar perlindungan ekosistem pesisir berjalan berkelanjutan. Fokus utama diarahkan pada penguatan kelompok konservasi dan ketersediaan sarana pendukung di lapangan.
Pendamping Kelompok Masyarakat Penggerak Konservasi (KOMPAK) Sabang, Marzuki, menegaskan pentingnya dukungan kebijakan pemerintah daerah agar konservasi dapat berjalan maksimal. Menurutnya, sektor kelautan dan perikanan membutuhkan sinergi dari tingkat kota hingga pusat.
“Kami memohon dukungan semua pihak dan kolaborasi bersama pemerintah kota terkait kebijakan, agar konservasi ini bisa berjalan maksimal di Kota Sabang. Kerja sama juga akan melibatkan pemerintah provinsi serta kementerian terkait," ujar Marzuki, Sabtu (24/1/2026).
Selain penguatan kebijakan, konservasi dilakukan dengan melibatkan kelompok yang selama ini beraktivitas di pantai, termasuk pencari telur penyu. Pola ini dinilai efektif karena pendekatan dilakukan langsung kepada pihak yang paling dekat dengan habitat penyu.
“Kami melibatkan mereka dalam kelompok konservasi, lalu mereka menyampaikan ke masyarakat lain untuk ikut menjaga. Strategi ini juga dibangun bersama Panglima Laot dan unsur terkait lainnya," tambahnya.
Marzuki menjelaskan, penyu sisik diketahui kembali bertelur di lokasi asalnya setelah puluhan tahun, sehingga perlindungan habitat menjadi kunci utama. Musim peneluran biasanya terjadi pada rentang November hingga April, sehingga pengawasan perlu diperkuat pada periode tersebut.
Dari hasil pemantauan, sarang penyu sisik yang ditemukan pada 12 November 2025 direlokasi ke penangkaran dengan total 98 butir telur. Setelah melalui beberapa tahap penetasan hingga Januari 2026, total tukik yang berhasil hidup dan dilepas tercatat sebanyak 82 ekor.
Keberhasilan ini disebut sebagai yang pertama untuk jenis penyu sisik di Aceh dan Sabang. Kondisi ekosistem pesisir Sabang yang masih alami dinilai menjadi faktor utama penyu memilih lokasi tersebut sebagai habitat bertelur.
KOMPAK Sabang berharap kolaborasi lintas pihak dapat terus diperkuat, terutama dalam penyediaan pos pantau dan pendanaan patroli. Dengan dukungan berkelanjutan, konservasi penyu sisik di Sabang diharapkan mampu menjaga keseimbangan ekosistem laut dalam jangka panjang.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....