Defisit APBN 2025 di Babel Capai Rp5,48 Triliun

  • 22 Jan 2026 11:25 WIB
  •  Sungailiat

RRI.CO.ID, Pangkalpinang- Kantor Wilayah Ditjen Perbendaharaan (DJPb) Provinsi Bangka Belitung (Babel) mencatat defisit APBN 2025 di Babel mencapai Rp5,48 Triliun.

Hal itu disampaikan oleh Kepala Kantor Wilayah Ditjen Perbendaharaan (DJPb) Provinsi Bangka Belitung, Syukriah HG dalam diseminasi kajian fiskal regional dan kinerja APBN 2025 di Kanwil DJPb, Kamis 22 Januari 2026.

Syukriah menjelaskan, Komponen Perpajakan mendominasi dari struktur Pendapatan Negara terutama PPN Rp1,81 T dan PPh Rp1,39 T. Kemudian Bea Masuk melambat sebesar 53,32 persen.

Sementara, Bea Keluar tumbuh sangat signifikan hingga 184,75 persen didorong akselerasi ekspor komoditas CPO dan turunannya.

“PNBP tumbuh sebesar 2,72 persen dipengaruhi, akselerasi Pendapatan BLU sebesar 22,17 persen. Kontraksi Belanja Negara dipengaruhi kebijakan efisiensi dan refocusing anggaran yang berdampak pada penurunan alokasi pagu Belanja Pemerintah Pusat sebesar 13,16 persen dan transfer ke daerah (TKD) sebesar 2,76 persen,” kata Syukriah.

Ia mengatakan, Belanja APBN masih didominasi TKD dengan proporsi 67,98 persen terhadap total Belanja Negara.

Sementara itu, Kinerja belanja Pemerintah Pusat di Babel pada APBN 2025 terealisasi belanja negara Rp9,33 Triliun atau 95,20 persen dari pagu Rp9,80 T. Sedangkan pendapatan negara Rp3,85 T atau terealisasi 105,79 persen dari target Rp3,64 T, naik 16,52 persen (yoy).

Syukriah menjelaskan, belanja negara terealisasi Rp9,33 Triliun ini menurun 8,98 persen (yoy). Belanja Pemerintah Pusat terealisasi Rp2,99 T atau turun 16,01 persen. Sementara transfer ke daerah (TKD) terealisasi Rp6,34 T atau turun 5,24 persen.

Kemudian dari sisi pendapatan negara Rp3,85 T dengan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) Rp0,26 T atau naik 2,72 persen, sementara Perpajakan terealisasi Rp3,59 T atau 17,67 persen.

Ia berharap, 2026 ini menjadi momentum bagi semua instansi untuk beraksi lebih baik lagi setiap rencana yang akan dikerjakan.

“Tahun 2026 menjadi momentum bagi kita semua untuk lebih termotivasi dalam beraksi, mengimplementasikan percepatan yang telah kita rencanakan. Sebenarnya, tema hari ini juga telah kita bahas pada tahun 2025 lalu,” ujarnya.

Sementara, Kepala Badan Keuangan Daerah (Bakuda) Bangka Belitung, Yunan Helmi memyambut baik kegiatan diseminasi ini yang memiliki peran strategis sebagai jembatan antara kebijakan pusat dan tantangan di daerah.

“Forum ini diharapkan dapat menjadi wadah untuk berbagi informasi dan data antar pemangku kepentingan. Mengevaluasi capaian dan tantangan yang dihadapi Provinsi Kepulauan Bangka Belitung,” kat Yunan.

Serta lanjut dia, forum ini untuk memperkuat sinergi lintas sektor dan mengoptimalkan pemanfaatan anggaran untuk kesejahteraan masyarakat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....