Pembayaran Klaim JKN di Babel Lebih Tinggi dari Penerimaan Iuran
- 03 Jul 2026 14:18 WIB
- Sungailiat
Poin Utama
- Iuran BPJS Kesehatan
RRI.CO.ID, Pangkalpinang- BPJS Kesehatan Cabang Pangkalpinang mengalami defisit.
"Tahun lalu, pembayaran untuk layanan JKN di Babel sebesar Rp 771 miliar, lebih besar dari penerimaan iuran peserta yang hanya Rp 694 miliar," kata Kepala BPJS Kesehatan Cabang Pangkalpinang, Aswalmi Gusmita, Jumat 3 Juli 2026.
Aswalmi mengatakan untuk menutupi defisit digunakan dana cadangan. Namun, jika semakin menipis, strategi utama adalah menyosialisasikan atau mengaktifkan kembali peserta yang nonaktif.
| Baca juga: Pemprov Babel Permudah Wajib Pajak Bayar PKB |
"Untuk itu BPJS melakukan tele collecting persuasif ke peserta yang menunggak iuran. Bagi yang nonaktif tanpa tunggakan, seperti eks PBI atau berhenti kerja juga dihubungi agar segera daftar ulang atau jadi peserta mandiri," ujarnya.
Ia menambahkan, ada tiga pilar untuk menjaga keberlanjutan program JKN yakni pertama, risk pooling atau subsidi silang, masyarakat yang sehat membantu yang sakit. Idealnya seluruh penduduk Indonesia jadi peserta JKN yang aktif.
Kedua, pengumpulan iuran yang tepat jumlah dan waktu. BPJS selalu mengimbau peserta membayar iuran sebelum tanggal 10 setiap bulan untuk jadi penopang agar JKN berkesinambungan.
Ketiga, strategic purchasing atau pelayanan dioptimalkan di faskes tingkat pertama, dimana jika butuh rujukan, faskes rujukan diperkuat untuk layanan spesialistik.
"Kami selalu berupaya mendorong mutu layanan di fasilitas kesehatan (Faskes) mitra agar standar terpenuhi, karena dengan semakin baik layanan, masyarakat punya kepercayaan dan keterikatan lebih kuat jadi peserta JKN," ujarnya.
Direktur Utama BPJS Kesehatan, Prihati Pujowaskito, menjelaskan, hingga 31 Desember 2025, jumlah peserta Program JKN telah mencapai 282,7 juta jiwa atau 98,62 persen dari total penduduk Indonesia. Besarnya cakupan kepesertaan tersebut diikuti dengan tingginya pemanfaatan layanan kesehatan.
Sepanjang tahun 2025, Program JKN mencatat lebih dari 725,3 juta pemanfaatan layanan kesehatan, atau lebih dari 1,9 juta pemanfaatan layanan setiap hari.
"Angka tersebut mencerminkan tingginya kepercayaan masyarakat terhadap Program JKN, sekaligus menunjukkan bahwa layanan kesehatan yang berkualitas semakin mudah diakses oleh peserta di seluruh Indonesia. Selain itu, BPJS Kesehatan secara konsisten memperkuat transformasi digital melalui berbagai kanal layanan," kata Pujo.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....