Warga Bentian Besar Ancam Demo Lagi Soal Jalan Rusak
- 17 Jan 2026 17:13 WIB
- Sendawar
RRI.CO.IC, Sendawar – Warga Kecamatan Bentian Besar, Kabupaten Kutai Barat, Kalimantan Timur, mengancam akan kembali turun ke jalan jika tuntutan terkait pembatasan truk Over Dimension Over Load (ODOL) tidak dipenuhi. Ancaman ini disampaikan pasca aksi solidaritas peduli lingkungan yang digelar pada 15 Januari 2026 lalu.
Koordinator Masyarakat Peduli Lingkungan Bentian Besar, Arief Witara, mengatakan hingga kini belum ada solusi konkret terkait pembatasan muatan kendaraan berat yang melintasi jalan nasional di wilayah tersebut.
“Dalam hasil mediasi kemarin, poin utama kami soal ODOL belum menemukan solusi. Pihak perusahaan masih menunggu regulasi hasil pertemuan dengan Asisten II Pemkab Kutai Barat dan perusahaan di Hotel Sidodadi,” ujar Arief dalam pernyataannya, Sabtu 17 Januari 2026.
BACA JUGA:
Warga Bentian Besar Beri Tenggat Tutup Jalan 15 Februari
Arief menjelaskan, perusahaan belum berani memutuskan pembatasan muatan, apakah 8 ton atau skema lainnya, karena masih menunggu kejelasan regulasi dari pemerintah daerah.
Meski demikian, dalam mediasi tersebut disepakati bahwa perbaikan jalan dari Simpang Kalteng hingga seluruh wilayah Bentian Besar akan tetap dilakukan oleh perusahaan dengan intensitas lebih sering dan spesifikasi perbaikan yang lebih baik.
Namun, karena tuntutan utama terkait ODOL belum dipenuhi, warga memberikan tenggat waktu satu bulan, terhitung sejak 15 Januari hingga 15 Februari 2026.
“Kami memberi tempo satu bulan kepada perusahaan untuk melakukan transisi pergantian unit, dari truk CPO bermuatan 25 ton ke atas menjadi maksimal 8 ton sesuai Perda yang berlaku,” katanya.
Jika dalam batas waktu tersebut tidak ada itikad baik dan realisasi di lapangan, warga memastikan akan kembali menggelar aksi.
“Apabila tidak ada perubahan, kami bersama masyarakat dan anak-anak muda Bentian Besar akan turun ke jalan lagi untuk melakukan pembatasan dan pengembalian unit-unit ODOL,” ucap Arief.
BACA JUGA:
Jalan Rusak Parah, Warga Bentian Besar Ancam Tutup Akses
Ia menegaskan, jalan nasional yang melintasi Bentian Besar tidak memiliki spesifikasi atau kelas jalan yang mampu menahan beban truk CPO, pupuk, maupun plywood dengan muatan di atas 8 ton.
“Jalan ini bukan hanya untuk kepentingan perusahaan, tapi juga untuk kepentingan seluruh masyarakat. Kami minta perusahaan ikut membantu dan peduli,” ujarnya.
Arief menutup pernyataannya dengan menegaskan komitmen warga untuk terus memperjuangkan keselamatan dan kepentingan masyarakat, serta menjaga aksi tetap berjalan secara damai dan kondusif.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....