Menjadi Muslim Cerdas Melalui Literasi Media Digital
- 18 Mar 2026 13:37 WIB
- Purwokerto
RRI.CO.ID, Purwokerto - Di era gempuran informasi digital yang serba cepat, kemampuan menyaring berita menjadi kewajiban bagi setiap individu. Hal ini mengemuka dalam program Cafe Ramadan Pro 2 FM yang menghadirkan narasumber Aufannuha Ihsani, M.A., dosen SPI UIN SAIZU Purwokerto, Selasa (10/3/2026).
Diskusi ini menyoroti pentingnya literasi media sebagai wujud aktualisasi diri menjadi muslim yang "keren" dan bijak di ruang siber.
Empat Pilar Literasi Media
Dalam pemaparannya, Aufa menjelaskan bahwa literasi media bukan sekadar kemampuan menggunakan gawai, melainkan mencakup empat aspek krusial:
- Mengakses: Kemampuan mendapatkan informasi melalui berbagai platform.
- Menganalisis: Membedah isi informasi secara kritis.
- Mengevaluasi: Menilai kebenaran dan kemanfaatan informasi.
- Memproduksi: Menciptakan konten yang positif dan bertanggung jawab.
Beliau menyayangkan fenomena masyarakat saat ini yang sering kali langsung melompat ke tahap memproduksi atau membagikan (sharing) informasi tanpa melalui proses analisis dan evaluasi terlebih dahulu.
Tabayyun sebagai Landasan Etika
Dalam perspektif Islam, literasi media sangat sejalan dengan konsep Tabayyun, sebagaimana termaktub dalam Al-Qur'an Surat Al-Hujurat ayat 6. Prinsip ini mengajarkan umat untuk senantiasa melakukan cek dan ricek terhadap setiap berita yang datang, terutama jika sumbernya tidak jelas.
"Tabayyun adalah langkah kecil kita untuk menjaga persaudaraan agar tetap utuh. Kita tidak ingin hoaks memicu perpecahan atau permusuhan," ujar Aufa.
Tips Menghadapi Misinformasi dan AI
Menghadapi tantangan teknologi seperti Artificial Intelligence (AI) dan maraknya disinformasi di grup percakapan keluarga, narasumber membagikan beberapa langkah praktis bagi masyarakat:
- Verifikasi Sumber: Pastikan informasi berasal dari lembaga atau kanal resmi yang memiliki kredibilitas.
- Periksa Konteks: Perhatikan ruang dan waktu kejadian agar tidak terjadi salah tafsir akibat berita lama yang diunggah kembali.
- Gunakan Teknologi: Manfaatkan fitur mesin pencari atau reverse image search untuk memverifikasi keaslian foto atau video.
- Tahan Diri: Jangan terburu-buru bereaksi atau berkomentar secara emosional, terutama pada konten yang dirancang untuk menggiring opini.
Sebagai penutup, diskusi ini menekankan bahwa bijak bermedia sosial dapat bernilai ibadah jika diniatkan untuk menjaga ukhuwah (persaudaraan) dan menyebarkan kebaikan. Dengan membatasi konsumsi informasi yang tidak bermanfaat dan menjaga lisan di kolom komentar, seorang muslim telah mempraktikkan karakter yang luhur di era modern.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....