Ramadan Tumbuhkan Kepedulian dan Kepedulian Sosial
- 16 Mar 2026 16:50 WIB
- Surabaya
RRI.CO.ID, Surabaya - Bulan Ramadan tidak hanya menjadi momentum meningkatkan ibadah kepada Allah SWT, tetapi juga menjadi sarana untuk menumbuhkan kepedulian sosial dan kasih sayang terhadap sesama. Hal tersebut disampaikan oleh Nyai Luklu'ul Islamiyati, anggota Majelis Tabligh dan Ketarjihan Pimpinan Wilayah 'Aisyiyah Jawa Timur.
Dalam penyampaiannya, Nyai Luklu'ul Islamiyati membuka tausiyah yang menggambarkan makna puasa sebagai sarana membentuk jiwa yang penuh kasih terhadap sesama. Ia menjelaskan bahwa tujuan utama berpuasa adalah membentuk pribadi yang bertakwa.
Salah satu ciri orang yang bertakwa adalah memiliki kepedulian sosial serta kasih sayang kepada sesama manusia. “Melalui puasa, kita merasakan lapar dan dahaga sebagaimana yang dirasakan oleh saudara-saudara kita yang hidup dalam kekurangan. Dari situlah tumbuh empati sosial kepada sesama,” ujarnya.
Nyai Luklu'ul juga mengutip firman Allah dalam Surah Al-Baqarah ayat 177 yang menjelaskan bahwa kebajikan tidak hanya diwujudkan melalui ibadah ritual semata, tetapi juga melalui kepedulian sosial seperti membantu kerabat, anak yatim, fakir miskin, dan mereka yang membutuhkan pertolongan.
Menurutnya, nilai kasih sayang dalam Islam juga terlihat dari teladan Nabi Muhammad yang dikenal sebagai sosok yang sangat dermawan, terutama di bulan Ramadhan. Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Ibnu Abbas, disebutkan bahwa Rasulullah menjadi lebih dermawan dalam berbuat kebaikan di bulan Ramadan, bahkan diibaratkan lebih dermawan daripada angin yang berhembus.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa Islam merupakan agama rahmah atau kasih sayang. Hal ini sebagaimana dijelaskan dalam Surah Al-Anbiya ayat 107 yang menyebutkan bahwa Nabi Muhammad diutus sebagai rahmat bagi seluruh alam.
Kasih sayang dalam bulan Ramadan juga dapat diwujudkan dalam berbagai bentuk, mulai dari mempererat hubungan dalam keluarga melalui sahur dan berbuka bersama, memperhatikan tetangga, hingga membantu kaum dhuafa dan anak yatim.
Nyai Luklu'ul menambahkan bahwa bentuk kepedulian sosial di bulan Ramadan dapat dilakukan melalui berbagai amalan seperti bersedekah, memberi makan orang yang berbuka puasa, menunaikan zakat dan infak, serta menjaga lisan dan sikap agar tidak menyakiti orang lain.
Ia juga mengingatkan bahwa ibadah puasa tidak hanya sekadar menahan lapar dan dahaga, tetapi juga harus membawa perubahan sikap dalam kehidupan sosial. Ramadan seharusnya melahirkan masyarakat yang lebih peduli, lebih dermawan, serta memiliki hubungan sosial yang lebih harmonis. “Ramadan adalah madrasah kehidupan yang mengajarkan empati, kepedulian, dan kebersamaan. Jika setelah Ramadhan kita menjadi lebih peduli kepada sesama, maka puasa kita berhasil,” ujarnya.
Melalui momentum Ramadhan, Nyai Luklu'ul berharap masyarakat dapat memperkuat nilai-nilai kepedulian dan kasih sayang sehingga tercipta kehidupan sosial yang lebih harmonis serta penuh keberkahan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....