War Takjil, Pintu Membangun Toleransi Antar Umat Beragam

  • 09 Mar 2026 12:39 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Purwokerto : Bulan Ramadan selalu menghadirkan suasana yang berbeda di tengah-tengah masyarakat. Pola aktivitas yang biasa dilakukan sehari-hari perlahan menyesuaikan waktu sahur dan berbuka. Banyak yang memanfaatkan hal demikian untuk menghadirkan suasana berkesan. Salah satu aktivitas yang kerap dilakukan adalah membeli makanan menjelang waktu berbuka puasa. Momen tersebut menjadi bagian dari dinamika keseharian masyarakat selama bulan Ramadan.

Salah satu kegiatan yang sering dilakukan masyarakat saat bulan Ramadan adalah mencari makanan untuk berbuka puasa. Kegiatan ini populer dengan istilah “war takjil” yang menggambarkan suasana ketika orang-orang saling berburu menu makanan di sore hari atau menjelang magrib. Fenomena tersebut menjadi pemandangan yang umum ditemui di berbagai daerah selama bulan Ramadan.

Menariknya, fenomena “war takjil” tidak hanya diikuti oleh umat muslim yang menjalankan ibadah puasa. Sejumlah umat beragama lain juga ikut meramaikan suasana dengan membeli berbagai makanan yang dijajakan. Kehadiran masyarakat dari berbagai kalangan ini membuat suasana menjelang berbuka terasa lebih hangat dan bermakna. Interaksi yang terjadi di ruang publik tersebut menciptakan kebersamaan di tengah keberagaman yang ada.

“Seru, tapi ada kelebihan dan kekurangannya sih. Kelebihannya bisa menjadi sarana saling toleransi. Sedangkan kekurangannya bisa membuat masyarakat menjadi lebih konsumtif,” ungkap Milly, salah satu mahasiswi di Purwokerto.

Di media sosial, fenomena “war takjil” sering menjadi sesuatu yang ramai dibahas. Banyak unggahan humor yang menggambarkan bagaimana umat muslim dan umat agama lain saling berebut membeli takjil. Hal demikian menunjukkan bagaimana tradisi ini menjadi pengalaman bersama yang dapat dinikmati oleh banyak orang.

Fenomena “war takjil” bukan sekadar aktivitas mencari makanan berbuka, melainkan juga mencerminkan interaksi sosial antarmasyarakat dari berbagai latar belakang. Fenomena ini menjadi salah satu pintu membangun toleransi yang terus terjaga dari waktu ke waktu. Sementara itu, Ramadan menjadi momen panjang yang tidak hanya menghadirkan nuansa suci bagi umat muslim, tetapi juga menghadirkan ruang kebersamaan yang dapat dirasakan oleh banyak orang. (Ninda)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....