Menjaga Lisan dan Pergaulan Selama Ramadan

  • 28 Feb 2026 20:45 WIB
  •  Palu

RRI.CO.ID, PALU - Bulan suci Ramadan menjadi momentum penting bagi umat Muslim untuk meningkatkan kualitas ibadah, tidak hanya dalam bentuk menahan lapar dan dahaga, tetapi juga menjaga lisan dan memperbaiki pergaulan sehari-hari. Hal tersebut disampaikan oleh Dr. Ubay Harun, S.Ag., M.Si. dalam program Jendela Iman Ramadan yang disiarkan oleh RRI Pro 1 Palu.

Dalam dialog yang berlangsung hangat tersebut, Dr. Ubay menegaskan bahwa esensi puasa bukan sekadar menahan makan dan minum, melainkan juga mengendalikan ucapan serta perilaku. Menurutnya, banyak orang yang berpuasa secara fisik, tetapi belum sepenuhnya menjaga lisannya dari perkataan sia-sia, gibah, maupun ujaran yang menyakiti orang lain.

“Puasa itu mendidik kita untuk disiplin secara spiritual. Jika lisan masih mudah mencela, menyebar hoaks, atau berkata kasar, maka nilai puasa kita berkurang. Ramadan adalah madrasah pengendalian diri,” ujarUbay Harun.

Ia juga menyoroti pentingnya menjaga pergaulan selama Ramadan, terutama di era digital saat ini. Interaksi di media sosial, menurutnya, juga termasuk bagian dari pergaulan yang harus dijaga adab dan etikanya.

“Jangan sampai kita merasa aman di balik layar, lalu bebas berkomentar tanpa etika. Ramadan mengajarkan kita untuk menghadirkan akhlak mulia, baik di dunia nyata maupun dunia maya,” tambahnya.

Ubay mengajak masyarakat, khususnya generasi muda, untuk menjadikan Ramadan sebagai momentum memperbaiki kualitas hubungan sosial. Ia menekankan bahwa memilih lingkungan pergaulan yang positif akan sangat membantu dalam menjaga konsistensi ibadah. “Lingkungan yang baik akan saling mengingatkan dalam kebaikan. Jika kita ingin puasa kita berkualitas, maka pergaulan kita pun harus berkualitas,” tegasnya.

Melalui program Jendela Iman Ramadan di RRI Pro 1 Palu, diharapkan masyarakat dapat memperoleh pencerahan dan motivasi untuk menjadikan bulan suci ini sebagai sarana pembentukan karakter yang lebih santun, bijak dalam berbicara, serta selektif dalam bergaul. Ramadan bukan hanya soal ritual tahunan, tetapi momentum transformasi diri menuju pribadi yang lebih bertakwa dan berakhlak mulia.(UKJ)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....