Bolehkah Donor Darah saat Puasa? Simak Penjelasannya!

  • 23 Feb 2026 17:37 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Surabaya– Kegiatan donor darah tetap bisa dilakukan selama bulan Ramadan. Namun, waktu pelaksanaannya perlu diatur agar kondisi tubuh pendonor tetap prima dan ibadah puasa tidak terganggu.

Dalam program Dialog Aspirasi Surabaya Pagi Ini, Senin, 23 Februari 2026, dr. Galuh Yudhityas Paramita, Kepala Bagian Pengawasan Mutu UTD PMI Kota Surabaya menjelaskan bahwa donor darah saat berpuasa pada dasarnya diperbolehkan, selama memenuhi syarat kesehatan dan dilakukan pada waktu yang tepat.

“Sebenarnya kita mendonorkan darah dalam kondisi puasa ini boleh-boleh saja, selama kita yakin bahwa tubuh kita dalam kondisi yang fit (sehat). Hanya saja, untuk waktunya bisa diatur. Seperti mendekati subuh atau sahur tadi, dan setelah berbuka puasa, agar tubuh tetap prima,” ujarnya.

Menurutnya, ada dua waktu yang direkomendasikan untuk donor darah selama Ramadan. Pertama, pada pagi hari sekitar pukul 09.00 WIB, ketika kondisi tubuh masih relatif segar setelah sahur. Kedua, pada malam hari setelah berbuka puasa, yakni usai salat Magrib atau setelah salat Tarawih. Selain itu, dr. Yudith juga menjelaskan bahwa donor darah tidak membatalkan puasa.

“Pada dasarnya Donor Darah tidak membatalkan puasa, karena kita 'mengeluarkan darah', tidak memasukkan sesuatu ke dalam tubuh. Namun kami menyarankan pemilihan waktu yang aman agar pendonor tidak merasa lemas atau dehidrasi,” ujarnya.

UTD PMI Kota Surabaya di bawah naungan Palang Merah Indonesia juga tetap menerapkan skrining ketat bagi calon pendonor. Pemeriksaan meliputi kadar hemoglobin, tekanan darah, berat badan, serta riwayat kesehatan untuk memastikan pendonor dalam kondisi layak. Selain membantu memenuhi kebutuhan stok darah, donor darah juga memiliki manfaat kesehatan. dr. Yudith menjelaskan bahwa tubuh secara alami akan meregenerasi sel-sel darah yang telah didonorkan.

“Setelah donor, tubuh akan memproduksi sel darah merah baru untuk menggantikan yang keluar. Proses ini merangsang regenerasi sehingga sirkulasi darah menjadi lebih baik. Kalau pagi hari, pastikan saat sahur sudah cukup asupan cairan dan makanan bergizi. Sedangkan malam hari justru lebih ideal karena pendonor sudah makan dan minum, sehingga risiko pusing atau lemas lebih kecil,” jelasnya.

Ia menambahkan, dalam kondisi normal, tubuh membutuhkan waktu sekitar beberapa minggu untuk mengganti sel darah merah yang didonorkan. Karena itu, donor darah justru dapat membantu menjaga keseimbangan produksi sel darah dalam tubuh, selama dilakukan sesuai aturan, yakni maksimal setiap tiga bulan sekali.

“Kebutuhan darah tidak pernah libur, termasuk saat Ramadan. Dengan pengaturan waktu yang tepat, masyarakat tetap bisa berbagi dan menjaga kesehatan sekaligus menjalankan ibadah dengan nyaman,” tegasnya.

PMI Kota Surabaya pun mengimbau masyarakat yang ingin berdonor saat Ramadan agar cukup istirahat, mengonsumsi makanan bergizi, serta memperbanyak minum air putih saat sahur dan berbuka. Selain itu, PMI kota Surabaya juga menyediakan bingkisan sembako dan juga kaos selama Ramadhan, sebagai bentuk apresiasi bagi para pendonor yang telah bersedia mendonorkan darahnya selama bulan Ramadhan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....