Survei Lokadata: Nobar Piala Dunia Dongkrak UMKM dan Konsumsi Masyarakat
- 19 Jul 2026 13:52 WIB
- Banjarmasin
RRI.CO.ID, Banjarmasin - Tingginya partisipasi masyarakat selama penyelenggaraan Piala Dunia FIFA 2026 turut menjadi penggerak aktivitas ekonomi di berbagai daerah. Hal tersebut diperkuat hasil survei Lokadata terhadap 1.176 responden di 10 wilayah Indonesia pada 7 hingga 13 Juli 2026.
Survei tersebut menunjukkan sebanyak 78,1 persen responden mengikuti kegiatan nonton bareng sedikitnya satu kali selama turnamen. Rata-rata pengeluaran masyarakat mencapai sekitar Rp51 ribu setiap kegiatan atau sekitar Rp145 ribu per orang selama berlangsungnya Piala Dunia.
Sebagian besar pengeluaran digunakan untuk membeli makanan dan minuman, paket data, serta berbagai kebutuhan pendukung lainnya. Kondisi tersebut membuat manfaat ekonomi penyelenggaraan Piala Dunia turut dirasakan oleh pelaku UMKM di berbagai daerah.
KADIN Indonesia menilai kegiatan nonton bareng telah menjadi salah satu penggerak ekonomi masyarakat. Aktivitas tersebut membuka peluang usaha bagi pedagang makanan, minuman, hingga penyedia jasa pendukung selama turnamen berlangsung.
Chief Data Officer Lokadata, Suwandi Ahmad, mengatakan dari perspektif data, tingkat kepuasan dan apresiasi masyarakat terhadap penyelenggaraan siaran Piala Dunia 2026 oleh TVRI merupakan capaian yang sangat positif. Menurutnya, hasil survei menunjukkan sentimen positif yang konsisten di berbagai wilayah Indonesia.
"Hasil survei Lokadata menunjukkan sentimen positif yang konsisten di berbagai wilayah Indonesia. Temuan ini mengindikasikan bahwa strategi TVRI menghadirkan siaran gratis yang mudah diakses, dengan jeda iklan yang terbatas, mampu memenuhi harapan masyarakat untuk memperoleh akses terhadap informasi dan hiburan berkualitas," ujar Suwandi, dalam siaran pers di Jakarta, Rabu, 15 Juli 2026.

Ia menambahkan, tingginya partisipasi masyarakat selama turnamen menjadi bukti bahwa Piala Dunia tidak hanya menghadirkan hiburan, tetapi juga menggerakkan aktivitas ekonomi hingga tingkat komunitas. Kondisi tersebut menunjukkan manfaat ajang olahraga internasional dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat.
Melalui berbagai kegiatan nonton bareng dan aktivitas pendukung lainnya, pelaku UMKM memperoleh tambahan pendapatan selama turnamen berlangsung. KADIN Indonesia menilai pola tersebut menjadi contoh bagaimana olahraga mampu memberikan dampak ekonomi yang luas bagi masyarakat.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....