KADIN: Piala Dunia FIFA 2026 Putarkan Ekonomi Nasional Lebih dari Rp5 Triliun

  • 18 Jul 2026 13:05 WIB
  •  Banjarmasin

RRI.CO.ID, Banjarmasin - Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Indonesia menyatakan penyelenggaraan Piala Dunia FIFA 2026 telah memberikan dampak ekonomi yang signifikan bagi Indonesia. Berdasarkan kajian yang disusun KADIN Indonesia, rangkaian kegiatan Piala Dunia melalui aktivitas siaran (on-air)maupun berbagai kegiatan masyarakat (off-air)diperkirakan menghasilkan perputaran ekonomi langsung dan tidak langsung lebih dari Rp5,03 triliun.

Perputaran ekonomi tersebut dihitung sejak masa persiapan hingga pelaksanaan turnamen. Kajian itu menunjukkan manfaat ekonomi tidak hanya terkonsentrasi pada penyelenggaraan pertandingan, tetapi juga menyebar ke berbagai sektor usaha dan aktivitas masyarakat di seluruh Indonesia.

Berbagai aktivitas yang masuk dalam perhitungan antara lain belanja periklanan, sponsorship, promosi produk, peningkatan penjualan perangkat elektronik, merchandise, transaksi sektor hotel, restoran, dan kafe (HOREKA), kegiatan nonton bareng, hingga penjualan UMKM. Festival Rakyat 2026 juga menjadi salah satu kegiatan yang memberikan kontribusi terhadap perputaran ekonomi nasional.

Wakil Ketua Umum KADIN Indonesia Bidang Pemberdayaan Ekonomi Daerah, Kukrit Suryo Wicaksono, mengatakan Piala Dunia 2026 menjadi contoh bagaimana sebuah ajang olahraga internasional mampu menggerakkan aktivitas ekonomi lintas sektor. Menurutnya, manfaat ekonomi dari turnamen tidak hanya dirasakan perusahaan besar, tetapi juga pelaku usaha di berbagai daerah.

"Piala Dunia 2026 tidak hanya memberikan manfaat bagi perusahaan besar dan pemilik merek nasional, tetapi juga menghadirkan peluang ekonomi bagi hotel, restoran, kafe, pedagang makanan, pelaku industri kreatif, penyedia jasa, hingga UMKM di berbagai daerah," ujar Kukrit, Rabu, 15 Juli 2026 di Jakarta.

Ia menambahkan, keberhasilan tersebut menunjukkan bahwa ajang olahraga berskala global dapat menciptakan manfaat ekonomi yang luas ketika didukung kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, lembaga penyiaran publik, pemerintah daerah, aparat keamanan, dan masyarakat. Sinergi tersebut dinilai menjadi faktor penting dalam memperluas dampak ekonomi hingga ke daerah.

Berdasarkan kajian KADIN Indonesia, sekitar Rp1,76 triliun berasal dari aktivitas promosi produk melalui iklan on-air. Sementara Rp850 miliar berasal dari kegiatan komersial off-air, sekitar Rp2,4 triliun dari sektor HOREKA, serta kontribusi ekonomi dari berbagai kegiatan termasuk Festival Rakyat 2026.

KADIN Indonesia juga memperkirakan Piala Dunia FIFA 2026 menciptakan efek pengganda ekonomi lanjutan. Selain meningkatkan konsumsi masyarakat, turnamen tersebut mendorong investasi pelaku usaha pada perangkat televisi, proyektor, set-top box, sistem audio, kapasitas tempat duduk, serta fasilitas layanan makanan dan minuman.

Pertumbuhan tersebut sejalan dengan meningkatnya sektor penyediaan akomodasi, makanan, dan minuman. Dalam laporan KADIN, sektor tersebut tumbuh 13,14 persen secara tahunan pada Triwulan I 2026 dan menjadi salah satu sektor dengan pertumbuhan tertinggi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....