Gol lewat Sundulan Kepala Jarang Terjadi di Piala Dunia 2026

  • 16 Jul 2026 07:53 WIB
  •  Sumenep

RRI.CO.ID, Sumenep - Gol melalui sundulan kepala masih menjadi bagian penting dalam sepak bola, meski kini semakin jarang menentukan hasil pertandingan. Tren tersebut terlihat sepanjang penyelenggaraan Piala Dunia FIFA 2026 berdasarkan analisis NetSI Sport dari Northeastern University.

Penelitian itu menunjukkan kontribusi gol hasil sundulan mengalami penurunan dibandingkan edisi sebelumnya, demikian dilansir dari laman Popsci. Pada Piala Dunia 2018, gol sundulan mencapai 23,7 persen, sedangkan hingga babak 16 besar 2026 turun menjadi 17,9 persen.

Meski demikian, penggunaan sundulan justru semakin sering dilakukan para pemain. Data NetSI Sport mencatat percobaan sundulan pada Piala Dunia 2026 lebih banyak dibandingkan turnamen 2018 maupun 2022.

Efektivitas teknik tersebut juga masih cukup menjanjikan bagi tim. Lebih dari 11 persen sundulan berhasil mempertahankan penguasaan bola, sementara akurasinya berada di kisaran 33,5 persen.

Peneliti juga menemukan peningkatan jumlah assist yang berawal dari sundulan. Selama Piala Dunia 2018 dan 2022 hanya tercatat dua assist sundulan, sedangkan edisi 2026 sudah menghasilkan sepuluh assist hingga babak 16 besar.

Menurut NetSI Sport, peningkatan itu kemungkinan dipengaruhi strategi bola mati yang semakin terencana. Tim lebih sering memaksimalkan lemparan ke dalam dan sepak pojok melalui pola latihan yang matang.

Gol sundulan juga lebih sering tercipta menjelang berakhirnya babak pertama maupun kedua. Sekitar 57 persen gol sundulan lahir pada fase tersebut, ketika tim berusaha mengejar keunggulan atau menyamakan kedudukan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....