Adu Taktik dan Mentalitas: Spanyol hingga Argentina menuju Semifinal

  • 10 Jul 2026 12:06 WIB
  •  Sampang

RRI.CO.ID, Pamekasan - Pertandingan babak perempat final Piala Dunia 2026 bukan sekadar adu mekanik sebelas pemain di lapangan, melainkan ujian berat bagi para pelatih dalam meracik strategi dan mengelola ego bintang di ruang ganti. Pengamat sepak bola, Ibnu Jainur Rahman, menegaskan bahwa tim yang mampu tampil kolektif tanpa berfokus pada satu sosok sentral akan menghasilkan permainan yang indah dan efektif.

“Hal ini terlihat pada skuad Prancis yang memiliki kedalaman luar biasa dengan materi pemain yang seluruhnya berkompetisi di liga top Eropa,” ucapnya, Jumat, 10 Juli 2026.

Menyoroti laga sengit antara Spanyol dan Belgia, Ibnu melihat adanya kontras strategi yang menarik antara keunggulan kolektivitas penguasaan bola Spanyol melawan skema high press agresif milik Belgia. Meski Spanyol diprediksi akan menemui kesulitan, ketenangan mental setelah berhasil melewati Portugal menjadi modal utama bagi La Furia Roja untuk melenggang ke semifinal.

“Kolektivitas Spanyol terbukti tetap menakutkan meski mereka tidak mengandalkan banyak pemain bintang, kecuali talenta muda seperti Lamine Yamal,” katanya, menambahkan.

Sementara itu, tantangan berat berada di pundak Swiss yang harus menerapkan strategi bertahan di area rendah (low area) demi meredam agresivitas raksasa Argentina. Strategi serangan balik menjadi harga mati bagi Swiss jika tidak ingin menjadi lumbung gol Tim Tanggo yang dikenal memiliki mentalitas juara yang luar biasa. Argentina sendiri sudah membuktikan kekuatan mentalnya saat membalikkan keadaan setelah sempat tertinggal dua gol dari Mesir di laga sebelumnya.

Baca juga: https://rri.co.id/sampang/piala-dunia-2026/2558005/analisis-pengamat-peta-kekuatan-babak-8-besar-piala-dunia-2026

Berdasarkan analisis taktis tersebut, Ibnu memprediksi tiga tim yang akan mengamankan tiket resmi ke babak semifinal menyusul Prancis. Spanyol diperkirakan mampu melaju dengan mulus, diikuti oleh Argentina yang diunggulkan menang atas Swiss. Untuk satu laga tersisa, Ibnu memprediksi sebuah kejutan besar akan kembali terjadi di mana Norwegia akan menumbangkan Inggris untuk merebut tempat di empat besar.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....