Cape Verde Ukir Sejarah, Negara Terkecil Lolos ke Babak Gugur

  • 30 Jun 2026 20:32 WIB
  •  Nabire

RRI.CO.ID, Nabire - Cape Verde atau Tanjung Verde mencatat sejarah baru di Piala Dunia FIFA 2026 setelah menjadi negara dengan jumlah penduduk terkecil yang berhasil lolos ke babak gugur. Negara kepulauan di Samudra Atlantik yang berpenduduk sekitar 525 ribu jiwa itu memastikan tiket ke babak 32 besar dan akan menghadapi juara bertahan Argentina.

Dikutip dari BBC, kepastian lolos Cape Verde diraih setelah bermain imbang tanpa gol melawan Arab Saudi, sementara Spanyol mengalahkan Uruguay sehingga Blue Sharks finis sebagai runner-up Grup H. Para pemain bahkan menyaksikan detik-detik akhir pertandingan Spanyol melalui telepon genggam di lapangan sebelum merayakan keberhasilan bersejarah tersebut.

Komentator BBC Radio 5 Live, Rob Law, menggambarkan suasana emosional di Stadion Houston. Menurutnya, para pemain dan suporter menangis haru ketika peluit panjang pertandingan Spanyol berbunyi, menandai keberhasilan Cape Verde melangkah ke fase gugur untuk pertama kalinya.

Keberhasilan tersebut melengkapi perjalanan impresif Cape Verde di fase grup. Mereka mampu menahan imbang Spanyol tanpa gol berkat penampilan gemilang kiper veteran Vozinha yang melakukan tujuh penyelamatan, lalu bermain imbang 2-2 melawan Uruguay, juara dunia dua kali.

Salah satu kunci sukses Cape Verde adalah strategi Federasi Sepak Bola Cape Verde (FCF) yang aktif merekrut pemain keturunan dari diaspora. Dari total 26 pemain dalam skuad Piala Dunia 2026, sebanyak 14 lahir di luar negeri, termasuk enam pemain yang berasal dari Rotterdam, Belanda.

Penyerang Dailon Livramento menjadi salah satu contoh sukses kebijakan tersebut. Pemain yang musim lalu membela Casa Pia di Liga Portugal itu mencetak gol kemenangan penting saat Cape Verde menyingkirkan Kamerun pada babak kualifikasi.

Anggota parlemen Cape Verde, Josina Freitas Fortes, menyebut pencapaian itu merupakan hasil kerja keras yang dibangun selama bertahun-tahun melalui perencanaan teknis yang matang, komitmen, dan keyakinan terhadap proyek pengembangan sepak bola nasional.

Kesuksesan Cape Verde juga tidak lepas dari tangan pelatih Bubista yang menangani tim sejak Januari 2020. Mantan bek tim nasional itu membangun skuad yang disiplin, solid dalam bertahan, dan efektif saat menyerang. Berkat prestasinya membawa Cape Verde lolos ke Piala Dunia, Bubista dinobatkan sebagai Pelatih Terbaik Afrika 2025 oleh Konfederasi Sepak Bola Afrika (CAF).

Kini, tantangan berikutnya sudah menanti. Cape Verde akan menghadapi Argentina yang diperkuat Lionel Messi pada babak 32 besar. Meski di atas kertas berstatus underdog, Bubista menegaskan timnya tidak gentar menghadapi sang juara bertahan.

"Bagi kami, tidak ada yang mustahil. Salah satu tujuan kami sejak awal adalah memperkenalkan negara kami kepada dunia. Menghadapi Argentina dan Lionel Messi di fase ini merupakan kebanggaan besar bagi Cape Verde," ujar Bubista.

Gelandang Deroy Duarte juga mengaku masih sulit mempercayai pencapaian tersebut. Ia mengatakan seluruh tim akan menikmati momen bersejarah ini sebelum mulai fokus menghadapi Argentina.

Keberhasilan Cape Verde mendapat pujian dari berbagai kalangan. Mantan pelatih Tottenham Hotspur, Ange Postecoglou, menyebut kisah Blue Sharks sebagai gambaran nyata semangat Piala Dunia yang membuka kesempatan bagi negara-negara kecil untuk bersaing di panggung tertinggi sepak bola dunia.

Sementara itu, mantan kapten Manchester United dan timnas Inggris, Gary Neville, menilai pencapaian Cape Verde menjadi bukti bahwa format Piala Dunia yang lebih besar mampu menghadirkan kisah-kisah inspiratif. Menurutnya, keberhasilan negara berpenduduk setengah juta jiwa mencapai babak gugur merupakan salah satu cerita terbaik di turnamen edisi 2026.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....