KONI Pusat Optimistis NTT-NTB Sukses Gelar PON XXII 2028

  • 19 Jul 2026 10:02 WIB
  •  Kupang

RRI.CO.ID, Kupang - KONI Pusat Optimis dan memiliki keyakinan penuh bahwa, Provinsi NTT dan NTB mampu menyelenggarakan PON ke-22 Tahun 2028 dengan baik, dan sukses. Keyakinan tersebut didasarkan pada berbagai komunikasi dan koordinasi yang selama ini telah dilakukan bersama Pemerintah Provinsi NTT dan NTB, serta jajaran KONI.

Optimisme tersebut diutarakan Ketua Umum KONI Pusat dalam sambutannya yang disampaikan Kepala Bidang Pembinaan Prestasi (Binpres) KONI Pusat, Ahmad Saefudin pada pembukaan Rapat Kerja Provinsi, (RAKERPROV) KONI Provinsi NTT di Hotel Kristal Kupang pada, Jumat, 17 Juli 2026 malam. Menurutnya, cabang olahraga yang akan dipertandingkan di NTT harus dipilih secara cermat dengan mempertimbangkan peluang terbesar untuk menghasilkan medali emas bagi kontingen NTT.

Ia menuturkan, NTT jangan hanya sukses menjadi penyelenggara tetapi atlet NTT juga harus mampu tampil dan meraih medali emas. Ia mengungkapkan, berdasarkan evaluasi capaian PON sebelumnya, performa kontingen NTT terus menunjukkan tren positif.

Pada PON XXI Aceh-Sumatera Utara 2024, NTT berhasil meraih 7 medali emas, 13 medali perak, serta 16 medali perunggu dengan total 36 medali. Capaian tersebut dinilainya menjadi modal penting untuk meningkatkan prestasi pada PON XXII NTT-NTB tahun 2028.

Untuk mewujudkan target tersebut, Ahmad Saefudin meminta seluruh pengurus cabang olahraga segera memetakan potensi atlet, menyusun program latihan yang terukur, memperkuat kualitas kepelatihan, serta memanfaatkan seluruh ajang kejuaraan nasional maupun babak kualifikasi sebagai sarana evaluasi kemampuan atlet.

"Kita harus menghitung dengan matang seluruh kebutuhan. Target kita bukan hanya sukses penyelenggaraan, tetapi juga sukses prestasi, sukses administrasi, sukses ekonomi, dan yang paling penting adalah meninggalkan warisan pembinaan olahraga yang berkelanjutan bagi generasi mendatang," pungkasnya.

Selain aspek prestasi, KONI Pusat juga mengingatkan pentingnya kesiapan penyelenggaraan serta dukungan transportasi, akomodasi, konsumsi, sumber daya manusia, kesekretariatan, teknologi pertandingan, hingga pelayanan bagi atlet dan ofisial. Lebih lanjut, Ahmad mengingatkan bahwa Desember 2027 merupakan batas akhir pelaksanaan babak kualifikasi menuju PON XXII.

Karena itu, seluruh cabang olahraga harus mulai menyusun agenda pembinaan dan persiapan sejak sekarang agar mampu mengikuti setiap tahapan kualifikasi sesuai jadwal yang ditetapkan induk organisasi masing-masing.

Sementara itu, Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua Umum I KONI NTT, Johni Asadoma mengungkapkan, Provinsi NTT bersama Provinsi NTB harus memanfaatkan kesempatan semaksimal dan sebaik-baiknya atas kepercayaan sebagai tuan rumah PON 2028. Waketum KONI NTT meminta agar sejak sekarang struktur kepanitiaan penyelenggara maupun panitia pelaksana pada setiap cabang olahraga mulai dipersiapkan.

"Kesempatan ini merupakan amanah yang sangat besar. Karena itu kita harus memanfaatkannya sebaik mungkin dengan mempersiapkan seluruh aspek penyelenggaraan secara matang," ujarnya tegas.

Wagub Johni meminta agar sejak sekarang struktur kepanitiaan penyelenggara maupun panitia pelaksana pada setiap cabang olahraga mulai dipersiapkan. Menurutnya, masing-masing pengurus cabang olahraga harus menjadi pelaksana utama pada cabang olahraga yang dipertandingkan karena memahami secara teknis seluruh kebutuhan pertandingan, mulai dari regulasi, perangkat pertandingan, peralatan, hingga kebutuhan ofisial.

Selain sukses penyelenggaraan, Johni menegaskan bahwa target utama NTT adalah meningkatkan prestasi olahraga secara nyata dan berkelanjutan. Sebagai mantan atlet tinju, Ia menegaskan untuk meraih capaian medali emas.

"Kita wajib menargetkan medali emas. Budaya yang harus kita bangun adalah budaya emas, bukan hanya puas dengan medali perak atau perunggu, dan prestasi di level medali emas itu tentu lahir dari pembinaan atlet yang berkualitas dan berkelanjutan," katanya.

Ketua DPRD NTT, Emilia Nomleni usai mengikuti upacara pembukaan Rekorprov KONI NTT kepada RRI berharap, setelah Rakerprov semua terus memamatangkan proses-proses persiapan PON. Ia pun berharap, hasil rakerprov KONI NTT, ada kesepakatan bersama untuk mulai mempersiapkan diri, baik sarana prasarana maupun prestasi atlet.

Sementara itu, Gubernur NTT Melki Laka Lena selaku Ketua Umum KONI Nusa Tenggara Timur saat menutup Rakerprov KONI NTT menegaskan, kontingen NTT mampu menembus 10 besar nasional pada PON XXII NTT-NTBTahun 2028. Ia menekankan bahwa status sebagai tuan rumah harus menjadi momentum untuk meningkatkan prestasi olahraga secara nyata melalui pembinaan atlet yang terarah.

Gubernur juga mengajak seluruh pihak bersinergi mewujudkan lima sukses penyelenggaraan PON 2028, yaitu sukses penyelenggaraan, sukses prestasi, sukses ekonomi, sukses pariwisata, dan sukses administrasi. Menurutnya, kelima target tersebut harus menjadi komitmen bersama agar PON 2028 memberi manfaat jangka panjang bagi Nusa Tenggara Timur.

Dalam Rakerprov KONI NTT 17 Juli 2026 di Kota Kupang juga terbangun komitmen bersama bahwa, NTT selain sukses penyelenggaraan, target utama NTT adalah meningkatkan prestasi olahraga secara nyata dan berkelanjutan. Untuk mendukung target tersebut, KONI NTT akan melakukan pemetaan seluruh cabang olahraga berdasarkan potensi prestasi, mulai dari cabang olahraga super prioritas yang ditargetkan meraih medali emas hingga cabor lainnya. (at)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....