Pacuan Kuda di Sumba Barat Jadi Ajang Persiapan NTT menuju PON 2028

  • 18 Jul 2026 08:55 WIB
  •  Kupang

RRI.CO.ID, Kupang - Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur terus memperkuat pembinaan olahraga berkuda sebagai salah satu cabang olahraga unggulan menuju Pekan Olahraga Nasional atau PON ke-22 Tahun 2028. Komitmen tersebut ditunjukkan Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena, yang hadir langsung menyaksikan babak semifinal Lomba Pacuan Kuda Bupati Sumba Barat Cup 2026 di Arena Pacuan Kuda Gelora Pada Eweta, Waikabubak.

Kehadiran Gubernur Melki bersama Ketua Umum KONI Pusat Marciano Norman menjadi sinyal kuat dukungan pemerintah terhadap pengembangan olahraga berkuda yang tidak hanya sarat prestasi, tetapi juga menjadi bagian dari identitas budaya masyarakat Sumba. Menurut Gubernur Melki, pacuan kuda merupakan tradisi turun-temurun yang mampu mempererat persaudaraan, menumbuhkan sportivitas, sekaligus melestarikan warisan budaya daerah.

Gubernur menilai, kejuaraan yang digelar secara rutin menjadi wadah penting untuk membina atlet sejak usia dini. Ia optimistis, semakin banyak kompetisi berkualitas akan semakin besar peluang NTT melahirkan atlet-atlet berkuda yang mampu berprestasi pada PON 2028 maupun kejuaraan nasional lainnya.

Selain mendukung pembinaan olahraga, ajang pacuan kuda juga dinilai memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat. Ribuan penonton yang memadati arena pertandingan membuka peluang usaha bagi pelaku UMKM, pedagang, serta masyarakat di sekitar lokasi kegiatan.

Sementara itu, Ketua Umum KONI Pusat Marciano Norman mengaku terkesan dengan antusiasme masyarakat dan kualitas pacuan kuda di Sumba. Bahkan, usai menyaksikan langsung perlombaan, ia menyatakan pacuan kuda tradisional pada PON 2028 akan dipusatkan di Sumba.

Pada kesempatan tersebut, KONI Pusat juga menyerahkan bantuan perlengkapan keselamatan berupa helm dan body protector kepada para joki cilik. Hal ini sebagai bentuk perhatian terhadap aspek keselamatan dalam olahraga berkuda.

Melalui pembinaan yang berkelanjutan dan dukungan berbagai pihak, Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur optimistis pacuan kuda tidak hanya tetap lestari sebagai warisan budaya, tetapi juga berkembang menjadi cabang olahraga unggulan yang mampu mengharumkan nama NTT pada PON XXII Tahun 2028. (bs/at)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....