Djordje Jelaskan Skema Rotasi Pemain saat Satria Muda Kalah Dari Hornbills
- 11 Jun 2026 14:06 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Bandung – Pelatih Satria Muda Pertamina Bandung, Djordje Jovicic, menjelaskan skema rotasi pemain yang diterapkan timnya saat kalah 93-82 dari Bogor Hornbills pada pertandingan ketiga playoffs Indonesian Basketball League (IBL) 2026 di GOR Laga Tangkas, Bogor, Rabu 10 Juni 2026. Skema rotasi tersebut menimbulkan ragam pertanyaan di kalangan para penggemar Satria Muda.
Sejumlah keputusan rotasi menjadi sorotan setelah beberapa pemain, termasuk Abraham Damar Grahita, tidak mendapatkan menit bermain sebanyak biasanya dalam laga yang berakhir dengan kemenangan tuan rumah tersebut.
Menurut Djordje, seluruh keputusan terkait rotasi didasarkan pada kebutuhan pertandingan dan situasi yang berkembang di lapangan. Ia menegaskan strategi tersebut dilakukan untuk merespons pola permainan Hornbills yang dinilai sederhana namun efektif.
"Rotasi selalu bergantung pada lawan dan kebutuhan pertandingan. Jalen Jones mengalami masalah foul sehingga kami harus menyesuaikan rotasi," kata Djordje usai pertandingan, Rabu 10 Juni 2026.
Ia mengungkapkan Abraham hanya bermain sekitar 20 menit karena tim membutuhkan opsi pertahanan yang berbeda untuk menghadapi kekuatan Hornbills di area bawah ring.
"Abraham bermain sekitar 20 menit malam ini karena kami memiliki masalah dalam bertahan. Kami mencoba beberapa opsi lain, termasuk menggunakan pemain yang bisa membantu mengontrol situasi low-post," ujarnya.
Djorjde menjelaskan, sepanjang tiga pertandingan semifinal, Satria Muda telah mencoba berbagai pendekatan pertahanan untuk meredam permainan Hornbills. Mulai dari help defense hingga skema switch defense diterapkan untuk menghadapi serangan lawan.
Namun, menurutnya Hornbills tetap mampu menjalankan strategi yang sama secara konsisten. Keberadaan pemain-pemain kuat di area post-up yang didukung sejumlah penembak akurat membuat tim tersebut memiliki banyak pilihan dalam membangun serangan.
"Mereka memainkan basket yang sederhana tetapi sangat efektif. Mereka memiliki pemain post-up yang kuat dan banyak shooter di sekelilingnya. Itu memberi mereka banyak opsi dalam situasi triangle maupun high-low," kata Djordje.
Djordje menilai Hornbills secara konsisten memanfaatkan mismatch yang tercipta melalui pemain seperti Stephaun Braunch dan Kaleb Wesson. Situasi tersebut membuat pertahanan Satria Muda kesulitan, terutama ketika harus menghadapi pemain dengan postur dan kekuatan fisik yang lebih besar.
"Kami mencoba mengontrol situasi itu, tetapi ketika Jalen Jones (pemain Satria Muda) harus menghadapi pemain yang lebih besar dan kuat, situasinya menjadi sulit," katanya.
Meski keputusan rotasi menuai pertanyaan, Djordje menegaskan seluruh langkah yang diambil merupakan bagian dari strategi tim untuk menghadapi tantangan yang diberikan Hornbills.
"Semua keputusan itu merupakan bagian dari strategi. Kami melakukan apa yang menurut kami terbaik untuk menghadapi pertandingan malam ini," ujar pelatih asal Serbia tersebut.
Kekalahan di Bogor membuat langkah Satria Muda menuju final IBL 2026 menjadi lebih sulit. Tim kebanggaan Kota Bandung itu dituntut wajib menang di pertandingan keempat yang akan berlangsung di Bogor pada Jumat 12 Juni 2026, dan memaksa seri berlanjut ke pertandingan kelima.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....