Maranatha Putri Juara Campus League Bandung setelah Tundukkan Unpar

  • 22 Mei 2026 19:00 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Bandung - Tim putri Universitas Kristen Maranatha berhasil meraih gelar juara ajang Campus League 2026 Basketball Regional Bandung setelah menundukkan tim Universitas Katolik Parahyangan dengan skor 78-62. Partai final berlangsung sengit di Gedung Gymnasium , Jalan Setiabudi, Kota Bandung, Jumat 22 Mei 2026.

Kemenangan tersebut menjadi pencapaian penting bagi skuad Maranatha Putri yang tampil penuh semangat sepanjang pertandingan. Meski hanya diperkuat beberapa pemain berpengalaman, tim mampu menjaga konsistensi permainan sejak kuarter pertama hingga peluit panjang dibunyikan.

Pemain Maranatha Putri,Berlian Yesi Triutari, mengaku bersyukur dapat membawa timnya meraih gelar juara. Ia menyebut seluruh pemain tampil tanpa tekanan dan memilih menikmati pertandingan final tersebut.

“Pertandingan tadi kami bermain nothing to lose. Mau menang atau kalah, yang penting kami berjuang sampai peluit terakhir berbunyi,” ujar Berlian usai pertandingan di Gymnasium UPI Bandung.

Menurutnya, kondisi tim yang hanya memiliki empat pemain inti berpengalaman justru membuat seluruh anggota skuad saling menguatkan. Ia menegaskan setiap pemain memiliki peran penting dalam perjalanan Maranatha menuju gelar juara.

“Kami memang cuma punya empat pemain yang sudah berpengalaman. Tapi pemain pendukung juga sangat membantu. Kalau tidak ada mereka, kami juga tidak mungkin bisa bermain sampai sejauh ini,” katanya.

Berlian menjelaskan keberhasilan tim menjaga stamina sepanjang empat kuarter tidak lepas dari latihan fisik yang disiplin. Ia menyebut tim menjalani program latihan intensif selama dua hingga tiga minggu menjelang turnamen.

“Kami rutin latihan lari sprint keliling lapangan. Dalam 48 detik harus sprint berulang-ulang sampai beberapa set. Kuncinya memang full running dan menjaga tempo permainan,” ungkapnya.

Ia mengakui latihan berat sempat membuat para pemain kelelahan secara fisik maupun mental. Namun seluruh pemain tetap bertahan karena memiliki tekad kuat untuk memberikan hasil terbaik bagi kampus mereka.

“Awal-awal latihan jujur rasanya seperti mau menyerah. Tapi kami tetap jalanin semuanya karena ingin membuktikan kalau kami bisa,” ucap Yesi.

Menjelang partai final, Berlian mengaku sempat merasakan tekanan dan rasa gugup. Namun ia berusaha mengendalikan emosinya dengan tetap tenang dan menikmati setiap momen pertandingan di lapangan.

“Namanya final pasti nervous. Tapi saya coba kontrol dengan tarik napas dan menikmati pertandingan. Saya sudah tidak terlalu memikirkan menang atau kalah, yang penting berjuang sampai akhir,” katanya.

Berlian juga menyampaikan apresiasi kepada rekan-rekan setimnya yang tetap berkomitmen meski harus membagi waktu antara latihan, kuliah, hingga penyusunan skripsi. Menurutnya, perjuangan tim musim ini menjadi pengalaman berharga bagi seluruh pemain.

“Banyak pemain yang sudah sibuk urusan kuliah dan skripsi. Tapi kami tetap berusaha latihan bersama. Kalau akhirnya diberi kemenangan, tentu kami sangat bersyukur,” tutur dia.

Usai memastikan gelar juara, tim Maranatha Putri langsung mengalihkan fokus untuk menghadapi agenda pertandingan berikutnya. Berlian mengatakan tim akan kembali menjalani pemusatan latihan demi menjaga performa dan kekompakan skuad.

“Kami akan mulai latihan lagi untuk persiapan berikutnya. Mau hasilnya seperti apa nanti, yang penting kami sudah berjuang maksimal untuk tim,” katanya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....