LavAni Sapu Bersih Final Four, Kukuhkan Diri Juara Putaran Kedua Proliga 2026

  • 20 Apr 2026 12:24 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Semarang – Dominasi Jakarta LavAni Livin' Transmedia di babak Final Four Proliga 2026 kian tak terbendung. Tim asuhan pelatih tersebut kembali memastikan diri sebagai juara putaran kedua usai menaklukkan Jakarta Bhayangkara Presisi dengan skor 3-1 (25-20, 25-15, 18-25, 25-22) di GOR Jatidiri, Semarang, Minggu 19 April 2026.

Kemenangan ini sekaligus menyempurnakan catatan LavAni yang belum tersentuh kekalahan sepanjang babak empat besar, setelah sebelumnya juga keluar sebagai juara putaran pertama. LavAni juga berhak atas hadiah uang pembinaan sebesar Rp60 juta sekaligus melangkah ke grand final dengan kepercayaan diri tinggi.

Sejak awal pertandingan, LavAni langsung tampil agresif dengan menurunkan komposisi pemain terbaik. Tekanan sejak awal membuat LavAni mengamankan set pertama 25-20.

Memasuki set kedua, permainan LavAni semakin solid. Serangan bertubi-tubi dari Grozer dan Sander sulit dibendung lawan, Set ini berlangsung timpang dan ditutup dengan skor telak 25-15.

Namun, Bhayangkara Presisi belum menyerah di set ketiga, tim yang dipimpin Nizar Zulfikar mulai menemukan ritme permainan. Kombinasi serangan Rendy Tamamilang dan rekan-rekannya mampu menekan pertahanan LavAni hingga merebut set ketiga 25-18.

Pertarungan sengit terjadi di set keempat, kedua tim saling mengejar angka hingga memasuki poin krusial. LavAni yang tak ingin laga berlanjut ke set penentuan akhirnya meningkatkan intensitas serangan, blok penting dari Hendra Kurniawan serta penyelesaian akhir yang efektif memastikan kemenangan 25-22.

Asisten pelatih LavAni, Erwin Rusni, menilai performa timnya belum sepenuhnya sempurna. Ia menyoroti aspek penerimaan servis yang masih perlu diperbaiki.

“Receive masih jadi catatan. Kami ingin setelah menerima servis, langsung bisa mengubahnya menjadi serangan efektif,” ujarnya.

Selain faktor teknis, kondisi cuaca di Semarang juga disebut memengaruhi stamina pemain, sehingga performa tim dinilai belum mencapai level maksimal.

Sementara itu, pelatih Bhayangkara Presisi, Reidel Toiran, tetap optimistis meski timnya kalah. Ia menilai performa timnya baru mencapai sekitar 60 persen dan masih perlu peningkatan dalam komunikasi serta koordinasi permainan.

Dengan hasil ini, persaingan menuju grand final dipastikan semakin menarik, dengan LavAni membawa modal rekor sempurna dari babak Final Four.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....