Wamendikdasmen Fajar Sapa Peserta MPLS Anak Suku Bajo di Wakatobi

  • 16 Jul 2026 14:39 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Wakil Menteri Pendidikan Fajar Riza Ul Haq melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Wakatobi, Sulawesi Tenggara untuk memastikan program prioritas Presiden Prabowo menjangkau wilayah kepulauan dan menyediakan layanan pendidikan berkualitas.
  • SMP Negeri 1 Wangi-Wangi menerima bantuan pemerintah sebesar Rp1,024 miliar pada Tahun Anggaran 2025 untuk revitalisasi sarana pendidikan yang diikuti dengan peningkatan mutu pembelajaran.
  • SD Maritim Mola dan SMP Maritim Mola melayani pendidikan bagi anak-anak Suku Bajo dengan pendekatan pendidikan yang inklusif dan adaptif, dan Wamendikdasmen mengarahkan percepatan proses revitalisasi SD Maritim Mola.
  • SMA Muhammadiyah 1 Wakatobi menerima program revitalisasi senilai Rp1,5 miliar yang telah diresmikan sebelumnya oleh Mendikdasmen Abdul Mu'ti untuk meningkatkan kualitas sarana dan pembelajaran.

RRI.COID, Jakarta - Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen), Fajar Riza Ul Haq melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Wakatobi, Sulawesi Tenggara. Kunjungan ini untuk memastikan berbagai program prioritas Presiden Prabowo Subianto benar-benar menjangkau wilayah kepulauan.

Dalam kunjungan tersebut, Wamendikdasmen Fajar menyapa peserta Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS). Ia juga meninjau sekolah yang melayani anak-anak Suku Bajo sekaligus melihat langsung pelaksanaan berbagai program prioritas Kemendikdasmen.

“Saya sudah lama ingin datang ke Wakatobi, selama ini kita mengenalnya sebagai salah satu kawasan laut terindah di dunia. Namun, yang lebih penting adalah memastikan anak-anak di sini memperoleh layanan pendidikan yang bermutu,” ujar Fajar, Rabu, 16 Juli 2026.

Menurutnya, semakin baik konektivitas menuju Wakatobi diharapkan tidak hanya mendorong sektor pariwisata. Tetapi juga memperluas akses pendidikan, memperkuat kolaborasi, dan membuka kesempatan lebih besar bagi generasi muda Wakatobi melanjutkan pendidikan.

Kunjungan diawali di SMP Negeri 1 Wangi-Wangi. Wamendikdasmen berdialog dengan peserta MPLS Ramah mengenai cita-cita, pentingnya hidup sehat, serta Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Suasana berlangsung hangat ketika Wamen bernyanyi bersama para siswa. Dalam kesempatan itu ia juga mengajak membangun semangat belajar, hidup rukun, serta saling menghargai sejak hari pertama sekolah.

Dalam kesempatan tersebut, Wamendikdasmen Fajar juga meninjau hasil program revitalisasi SMP Negeri 1 Wangi-Wangi. Sekolah itu memperoleh bantuan pemerintah sebesar Rp1,024 miliar pada Tahun Anggaran 2025.

Menurutnya, peningkatan kualitas sarana pendidikan harus berjalan seiring dengan peningkatan mutu pembelajaran. Hal ini agar peserta didik dapat belajar dengan aman, nyaman, dan menyenangkan.

Selanjutnya, Wamen mengunjungi SD Maritim Mola dan SMP Maritim Mola di Desa Mola Utara, Kecamatan Wangi-Wangi. Kedua sekolah tersebut melayani pendidikan bagi anak-anak Suku Bajo.

Dalam kesempatan itu, ia meninjau proses pembelajaran, pemanfaatan Papan Interaktif Digital (PID), serta kondisi sarana dan prasarana sekolah. Saat melihat kondisi SD Maritim Mola, Wamendikdasmen Fajar langsung menghubungi Direktur Sekolah Dasar Kemendikdasmen, Moch. Salim Somad.

Ia mengarahkan agar proses revitalisasi sekolah SD Maritim Mola dilakukan percepatan. Percakapan tersebut disaksikan langsung oleh para guru, kepala sekolah, dan siswa yang tengah mengikuti MPLS.

Menurut Fajar, pendidikan di wilayah kepulauan memerlukan pendekatan yang inklusif dan adaptif. Termasuk bagi masyarakat Suku Bajo yang memiliki karakter budaya maritim yang kuat.

“Anak-anak Suku Bajo memiliki hak yang sama untuk memperoleh pendidikan bermutu. Pendidikan harus hadir secara inklusif dan adaptif, menghargai budaya local," kata Fajar.

"Sekaligus membekali mereka dengan pengetahuan dan keterampilan untuk menghadapi masa depan. Negara tidak boleh membiarkan ada satu pun anak Indonesia tertinggal karena kondisi geografisnya,” ujar Fajar.

Rangkaian kunjungan dilanjutkan ke SMA Muhammadiyah 1 Wakatobi, sekolah yang juga menerima peserta didik dari komunitas Suku Bajo. Fajar meninjau langsung hasil program revitalisasi sekolah senilai Rp1,5 miliar yang telah diresmikan sebelumnya oleh Medikdasmen Abdul Mu’ti.

Dalam kesempatan itu, ia berkeliling melihat bangunan dan ruang-ruang belajar yang telah direvitalisasi. Ia juga menegaskan, pembangunan sarana pendidikan harus diikuti dengan peningkatan kualitas pembelajaran agar manfaatnya benar-benar dirasakan peserta didik.

Sementara itu, Nurdin, tokoh masyarakat Suku Bajo sekaligus pengurus Sekolah Maritim Mola, mengapresiasi kunjungan Wamendikdasmen ke sekolah mereka. Menurutnya, kunjungan ini menunjukan negara hadir di wilayah kepulauan.

“Ini menjadi bukti bahwa negara benar-benar menyapa masyarakat di wilayah kepulauan. Anak-anak semakin bersemangat mengikuti MPLS karena merasa diperhatikan langsung oleh pemerintah," kata Nurdin.

"Kami berharap perhatian terhadap pendidikan anak-anak Suku Bajo terus berlanjut. Agar mereka memiliki kesempatan yang sama untuk meraih masa depan yang lebih baik,” ujar Nurdin.

Menutup kunjungannya, Wamendikdasmen Fajar menegaskan bahwa keindahan alam Wakatobi harus berjalan seiring dengan pembangunan sumber daya manusia. “Wakatobi telah dikenal dunia karena keindahan lautnya," kata Fajar.

"Kini tugas kita memastikan anak-anak Wakatobi juga dikenal karena kecerdasan, karakter, dan prestasinya. Itulah makna sesungguhnya dari Pendidikan Bermutu untuk Semua,” ujarnya Fajar.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....