Layanan BPJS Kesehatan Jangkau Penduduk Daerah 3T

  • 14 Jul 2026 10:20 WIB
  •  Mataram
Poin Utama
  • BPJS Kesehatan meluncurkan program LANURI (Layanan Ujung Negeri) untuk memperluas akses JKN di 558 titik kabupaten/kota di seluruh Indonesia melalui layanan VIOLA dan BPJS Keliling.
  • Layanan VIOLA berbasis video conference telah dimanfaatkan sebanyak 218.729 kali dari Januari hingga Mei 2026, dengan mayoritas pengguna berasal dari segmen PBI JK (Peserta Penerima Bantuan Iuran).
  • Program Quick Wins 100 Hari Kerja Direksi BPJS Kesehatan telah mencapai capaian 91,53 persen melalui empat program Customer Centric dan empat program Collaborative yang melibatkan sinergi dengan berbagai pemangku kepentingan.

RRI.CO.ID, Jakarta – BPJS Kesehatan terus memperluas akses layanan Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), khususnya bagi masyarakat di wilayah 3T (terdepan, terluar, dan tertinggal). Upaya tersebut dilakukan melalui layanan Virtual Office Layanan Informasi dan Administrasi (VIOLA) dan BPJS Keliling.

VIOLA merupakan layanan administrasi berbasis video conference yang memungkinkan masyarakat berinteraksi secara langsung dengan petugas BPJS Kesehatan untuk mengurus administrasi kepesertaan JKN, memperoleh informasi, hingga menyampaikan pengaduan.

Dalam pelaksanaannya, BPJS Kesehatan bekerja sama dengan berbagai pemangku kepentingan di daerah 3T dengan memanfaatkan fasilitas seperti puskesmas, kantor desa, kelurahan, kecamatan, sekolah, maupun lokasi layanan publik lainnya sebagai titik pelaksanaan video conference.

Sepanjang Januari hingga Mei 2026, layanan VIOLA telah dimanfaatkan sebanyak 218.729 kali. Lokasi pelaksanaan terbanyak berada di puskesmas, sedangkan jenis layanan yang paling banyak diakses adalah informasi dan perubahan data Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP). Mayoritas pengguna VIOLA berasal dari segmen Peserta Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan (PBI JK).

Direktur Utama BPJS Kesehatan, Prihati Pujowaskito, mengatakan tidak semua wilayah di Indonesia dapat mengadopsi layanan digital secara optimal karena keterbatasan jaringan komunikasi dan data, kondisi geografis, maupun tingkat literasi digital masyarakat.

Karena itu, selain mengembangkan layanan digital, BPJS Kesehatan juga mengoptimalkan layanan jemput bola melalui BPJS Keliling, yang dapat dimanfaatkan masyarakat untuk memperoleh informasi, mengurus administrasi kepesertaan, hingga menyampaikan pengaduan terkait JKN.

"Optimalisasi VIOLA dan BPJS Keliling merupakan implementasi dari Layanan Ujung Negeri (LANURI), salah satu program Quick Wins 100 Hari Kerja Direksi BPJS Kesehatan," ujar Pujo saat Launching LANURI dan Closing Quick Wins 100 Hari Kerja Direksi BPJS Kesehatan, Senin 13 Juli 2026.

Pujo menjelaskan, pelaksanaan LANURI digelar secara serentak di 558 titik kabupaten/kota di seluruh Indonesia dengan melibatkan 126 Kantor Cabang BPJS Kesehatan.

Dari jumlah tersebut, 179 titik menghadirkan layanan BPJS Keliling, sedangkan 379 titik lainnya menyediakan layanan VIOLA.

"Kami berharap LANURI dapat memudahkan masyarakat yang tinggal di wilayah terpencil atau memiliki keterbatasan akses akibat kondisi geografis untuk memperoleh layanan JKN," katanya.

Pada kesempatan yang sama, Pujo mengungkapkan capaian Quick Wins 100 Hari Kerja Direksi BPJS Kesehatan telah mencapai 91,53 persen.

Program tersebut terdiri atas empat program Customer Centric dan empat program Collaborative. Program Customer Centric dikembangkan untuk menjawab kebutuhan utama peserta JKN berdasarkan aspirasi masyarakat, sedangkan Program Collaborative dijalankan melalui sinergi dengan berbagai pemangku kepentingan guna memperluas jangkauan layanan.

Beberapa program yang telah terealisasi antara lain JKN 3T, melalui kerja sama pengoperasian kapal bantu rumah sakit dan pengiriman tenaga kesehatan ke wilayah 3T.

Selain itu, terdapat program P-Care MBG, yang memastikan petugas Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) menjadi peserta JKN serta memantau kondisi kesehatan dan tumbuh kembang siswa penerima program Makan Bergizi Gratis (MBG).

BPJS Kesehatan juga menjalankan program Eliminasi Inefisiensi, melalui pengembangan intelligence claim untuk meningkatkan efisiensi pembiayaan JKN serta mencegah, mendeteksi, dan menangani potensi inefisiensi maupun fraud dalam layanan kesehatan.

"Masih terdapat beberapa program yang saat ini terus berproses bersama para pemangku kepentingan terkait," ujar Pujo.

Sementara itu, Deputi Bidang Pengembangan Usaha Koperasi Kementerian Koperasi, Panel Barus, mengapresiasi langkah BPJS Kesehatan dalam memperluas akses layanan JKN di wilayah 3T.

Menurutnya, kehadiran VIOLA dan BPJS Keliling menjadi terobosan yang mendekatkan layanan administrasi JKN kepada masyarakat yang masih menghadapi keterbatasan transportasi maupun infrastruktur digital.

"Kementerian Koperasi menyambut baik kolaborasi ini. Jaringan Koperasi Desa Merah Putih tersebar hingga tingkat desa dan kecamatan serta memiliki akses internet yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung penyelenggaraan VIOLA maupun BPJS Keliling," katanya.

Ia menambahkan, Kementerian Koperasi akan mendorong pengurus Koperasi Desa Merah Putih di wilayah 3T untuk mendukung pelaksanaan LANURI agar manfaatnya dapat dirasakan lebih luas.

Dukungan juga disampaikan Kepala Pusat Kesehatan TNI, dr. Hadi Juanda. Menurutnya, pemerataan layanan kesehatan masih menjadi tantangan besar, terutama di wilayah 3T yang menghadapi keterbatasan akses, infrastruktur, dan sumber daya manusia.

Ia mengatakan jaringan pelayanan kesehatan TNI siap mendukung pelaksanaan LANURI, antara lain melalui mobilisasi tenaga kesehatan ke daerah terpencil, pemanfaatan fasilitas kesehatan TNI sebagai titik layanan tambahan, pengoperasian kapal rumah sakit untuk menjangkau pulau-pulau terpencil, serta dukungan sekitar 76 ribu personel Babinsa yang tersebar di seluruh Indonesia.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....