Presiden Prabowo Serukan Kebangkitan Koperasi Motor Penggerak Utama Ekonomi

  • 14 Jul 2026 06:38 WIB
  •  Denpasar

RRI.CO.ID, Jakarta — Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menghadiri Puncak Peringatan Hari Koperasi Nasional (Harkopnas) ke-79 yang digelar di Indonesia Arena, Gelora Bung Karno, Jakarta, Minggu 12 Juni 2026 dikutip dari kop.go.id. Dalam kesempatan tersebut, Presiden Prabowo menegaskan komitmen kuat pemerintah untuk merombak struktur perekonomian nasional dengan memperkuat fondasi ekonomi dari tingkat paling bawah.

Presiden Prabowo menyerukan kebangkitan total gerakan koperasi sebagai motor penggerak utama ekonomi yang berakar kuat di desa, kecamatan, hingga kabupaten. Ia mengibaratkan koperasi layaknya sapu lidi yang mampu menyatukan setiap elemen kecil masyarakat menjadi sebuah kekuatan ekonomi raksasa yang kokoh dan mandiri.

"Koperasi adalah alatnya orang lemah. Tapi, seperti sapu lidi, satu lidi lemah, tapi kalau bergabung, itu kekuatan, Saudara-Saudara sekalian. Jangan khawatir, gerakan koperasi Indonesia akan bangkit menjadi kekuatan ekonomi Indonesia! Kekuatan ekonomi yang tidak akan membawa uang lari dari Indonesia," ujar Presiden Prabowo di hadapan ribuan pengurus dan pegiat koperasi.

Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono menegaskan di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo, gerakan koperasi di Indonesia kini telah bangkit kembali. Ia menjelaskan, Koperasi kini ditempatkan sebagai pilar ideologis untuk menggerakkan roda ekonomi dari tingkat desa hingga sektor strategis nasional.

"Di bawah kepemimpinan Bapak (Presiden) telah mulai bangkit kembali untuk memberikan andil yang sebaik-baiknya bersama dengan badan usaha swasta dan BUMN," ujar Menkop Ferry.

Menkop Ferry mengatakan, sebagai implementasi nyata dari amanat Pasal 33 UUD 1945, pemerintah menghadirkan program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP). Hingga saat ini, sebanyak 83.000 badan hukum akta KDKMP telah rampung.

Tanda kebangkitan koperasi juga tecermin dari perluasan ruang gerak strategis yang diberikan pemerintah. Koperasi kini diperbolehkan masuk ke sektor industri berat, seperti mengelola sumur minyak rakyat (idle well), tambang mineral, hingga mendirikan pabrik Crude Palm Oil (CPO).

Pada Agustus 2026, Kemenkop siap meresmikan pabrik CPO milik KUD Sejahtera di Musi Banyuasin, Sumatera Selatan, serta Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) skala 0,5–1 MW di Pulau Galang Baru, Kepulauan Riau. Selain itu, tahun ini Indonesia akan segera memiliki Undang-Undang Perkoperasian yang baru untuk menggantikan UU Nomor 25 Tahun 1992 sebagai payung hukum kokoh bagi gerakan koperasi nasional.

Hal senada diungkapkan, Ketua Umum Dewan Koperasi Indonesia (DEKOPIN) Bambang Haryadi yang menilai titik balik ini menjadi momentum sakral setelah hampir tiga dekade gerakan koperasi kurang mendapatkan perhatian yang sepadan. "Baru dalam pemerintahan Bapak Presiden, gerakan koperasi mendapat perhatian dan menjadi program prioritas penguatan ekonomi masyarakat," kata Bambang.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....