Pupuk Kaltim Dorong Produktivitas Padi lewat Program Agrosolution
- 03 Jul 2026 16:30 WIB
- Gorontalo
Poin Utama
- Pertanian berkelanjutan
RRI.CO.ID, Gorontalo - PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim) menggelar tanam padi perdana melalui Program Agrosolution di Dusun Parit Keladi, Kecamatan Sungai Kakap, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat. Kegiatan tersebut melibatkan 63 petani yang mengelola lahan seluas 63 hektare di kawasan PAL 9 sebagai upaya memperkuat ketahanan pangan nasional.
Kegiatan tanam padi perdana ini dihadiri Komisaris Pupuk Kaltim H. Azis Samual, S.Sos., M.Si., Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Kuu Raya Agus Siswandi, VP Pengelolaan Pelanggan Pupuk Kaltim Yusva Sulistyo, perwakilan Pupuk Indonesia, serta pemerintah desa setempat.
Komisaris Pupuk Kaltim H. Azis Samual mengatakan Program Agrosolution dirancang untuk meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus mendorong kesejahteraan petani secara berkelanjutan. Program ini tidak hanya berfokus pada peningkatan hasil panen, tetapi juga membangun rantai pasok pertanian yang lebih sehat, efisien, dan berdaya saing.
“Program Agrosolution merupakan bagian dari komitmen Pupuk Kaltim dalam mendukung kebijakan pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo untuk memperkuat ketahanan pangan nasional serta memastikan petani mampu terus berproduksi secara optimal,” ujarnya.
Azis mengapresiasi keterlibatan 63 petani yang mengelola lahan seluas 63 hektare tersebut. Menurutnya, kolaborasi antara perusahaan, pemerintah daerah, dan petani menjadi faktor penting dalam meningkatkan produktivitas sektor pertanian.
“Kami berharap kegiatan tanam padi ini menjadi awal dari sinergi yang semakin kuat antara Pupuk Kaltim, pemerintah daerah, mitra, dan petani. Ketika seluruh pihak bergerak bersama, pertanian yang maju dan petani yang sejahtera bukanlah hal yang mustahil diwujudkan,” katanya.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Kubu Raya Agus Siswandi menyampaikan apresiasi atas kontribusi Pupuk Kaltim melalui Program Agrosolution yang dinilai mampu memberikan dukungan nyata bagi pengembangan sektor pertanian daerah.
“Kita tidak bisa menjadikan petani sejahtera apabila pada saat mereka panen nilai jualnya tidak bagus,” tegas Agus.
Ia juga menyoroti tantangan alih fungsi lahan pertanian di Kecamatan Sungai Kakap yang terus meningkat akibat perkembangan wilayah sebagai kawasan penyangga Kota Pontianak. Saat ini, lahan pertanian produktif yang tersisa di kawasan tersebut diperkirakan sekitar 63 hektare.
Menurut Agus, menjaga keberlanjutan pertanian harus dilakukan melalui penyediaan pupuk yang memadai, penggunaan benih unggul, serta menjaga stabilitas harga gabah di tingkat petani. Saat ini harga gabah di wilayah tersebut masih berada pada kisaran Rp6.000 per kilogram.
“Apabila kita menjaga pupuknya, menjaga benihnya, dan menjaga harganya, petani akan tetap semangat mempertahankan lahan pertaniannya dan tidak mengalihfungsikannya,” ujarnya.
Ketua Kelompok Tani Baru Muncul menyambut baik hadirnya Program Agrosolution yang dinilai memberikan manfaat langsung kepada petani, tidak hanya melalui penyediaan pupuk, tetapi juga pendampingan teknis dalam pengelolaan lahan.
“Program Agrosolution ini sangat membantu kami. Selain mendapatkan pupuk, kami juga memperoleh bimbingan dan pendampingan dalam pengelolaan lahan sehingga semakin percaya diri untuk meningkatkan hasil panen. Kami berharap program ini terus berlanjut agar manfaatnya dapat dirasakan lebih banyak petani,” ungkapnya.
Melalui Program Agrosolution, Pupuk Kaltim berkomitmen menghadirkan pendampingan pertanian yang berkelanjutan, mulai dari penyediaan sarana produksi, akses pembiayaan, penerapan teknologi budidaya, hingga dukungan pemasaran melalui jaminan pembelian hasil panen.
Dengan penguatan kolaborasi lintas sektor, Pupuk Kaltim optimistis produktivitas pertanian di Kabupaten Kubu Raya akan terus meningkat, sekaligus menjaga keberadaan lahan pertanian produktif sebagai fondasi ketahanan pangan daerah maupun nasional.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....