Penas di Gorontalo, Wapres Gibran Tegaskan RI Harus Mandiri Pangan

  • 21 Jun 2026 00:24 WIB
  •  Gorontalo

RRI.CO.ID, GORONTALO – Pekan Nasional (PENAS) Petani Nelayan XVII Tahun 2026 resmi dibuka pada Sabtu (20/06/2026) di Kabupaten Gorontalo. Agenda nasional yang mempertemukan petani, nelayan, penyuluh, akademisi, hingga pelaku usaha pertanian dari seluruh Indonesia ini dibuka langsung oleh Wakil Presiden RI, Gibran Rakabuming Raka.

Turut mendampingi Wapres, Menteri Pertanian RI Amran Sulaiman, Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail, serta jajaran pejabat pemerintah pusat dan daerah.

Pembukaan PENAS XVII menjadi momentum penting dalam memperkuat kolaborasi, pertukaran pengetahuan, serta percepatan transformasi sektor pertanian dan perikanan menuju sistem yang lebih modern, produktif, dan berkelanjutan. Ribuan peserta dari berbagai provinsi memadati lokasi untuk mengikuti rangkaian kegiatan, mulai dari temu wicara, gelar teknologi, pameran inovasi, temu usaha, hingga edukasi pengembangan kapasitas.

Dalam sambutannya, Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menegaskan krusialnya mewujudkan kemandirian pangan nasional di tengah dinamika global yang kian menantang.

“Kemandirian pangan adalah salah satu program prioritas Bapak Presiden. Di tengah konflik geopolitik, perang dagang, dan perang tarif, negara tidak boleh terlalu bergantung pada negara lain,” ujar Gibran.

Wapres juga mengapresiasi langkah cepat Kementerian Pertanian yang telah menyederhanakan regulasi distribusi pupuk, serta melakukan revitalisasi dan pembangunan pabrik pupuk baru demi menjamin ketersediaan pasokan bagi para petani.

Transformasi pertanian melalui penerapan inovasi, modernisasi alat dan mesin pertanian (alsintan), pemanfaatan varietas unggul, serta penguatan hilirisasi komoditas menjadi fokus utama yang dipamerkan dalam ajang PENAS XVII kali ini.

Salah satu daya tarik utama dalam perhelatan ini adalah Gelar Teknologi (Geltek). Zona ini menampilkan berbagai inovasi mutakhir, seperti sistem budidaya padi PM-AAS, pertanian terintegrasi (integrated farming), teknologi padi apung, model usahatani Surjan, kawasan hortikultura, perikanan, peternakan, hingga mekanisasi pertanian modern.

Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....