Mentan RI Soroti Peran Teknologi dalam Peningkatan Produktivitas Pangan

  • 20 Jun 2026 09:22 WIB
  •  Gorontalo

RRI.CO.ID, Gorontalo – Pemanfaatan teknologi modern terus menjadi fokus pemerintah dalam upaya meningkatkan produktivitas sektor pertanian nasional. Berbagai inovasi mulai dari penggunaan benih unggul, mekanisasi pertanian hingga pengelolaan lahan yang lebih efisien dinilai mampu mendukung percepatan swasembada pangan Indonesia.

Komitmen tersebut ditegaskan Menteri Pertanian RI, Andi Amran Sulaiman, saat membuka Pekan Nasional (PENAS) XVII Petani dan Nelayan di GOR David-Tony, Sabtu 20 Juni 2026. Menurutnya, kemajuan sektor pertanian tidak dapat dilepaskan dari penerapan teknologi yang mampu meningkatkan hasil produksi sekaligus efisiensi usaha tani.

Pada PENAS XVII, Kementerian Pertanian juga memperkenalkan model Pertanian Modern–Advanced Agricultural System (PM-AAS) yang menggabungkan berbagai metode dan teknologi pertanian modern dari dalam maupun luar negeri.

“Ini adalah penemuan baru, ini adalah metode baru yang kami combine antara metode baru dari Indonesia dan kami temukan dari China kemudian di Amerika, ini kami coba memadukan,” kata Amran.

Ia menjelaskan, strategi intensifikasi dan ekstensifikasi yang dijalankan pemerintah saat ini mampu mendorong peningkatan hasil produksi. Melalui penerapan teknologi modern, produktivitas padi dapat mencapai lebih dari 10 ton per hektare, jauh di atas rata-rata nasional yang berada pada kisaran 5,5 ton per hektare.

Amran juga menyampaikan bahwa stok beras nasional saat ini menjadi yang tertinggi sepanjang sejarah. Kondisi tersebut mendorong Perum Bulog untuk menambah kapasitas penyimpanan melalui penyewaan gudang baru guna menampung hasil panen yang terus meningkat.

Selain peningkatan produksi, kesejahteraan petani juga menunjukkan tren positif. Harga gabah yang sebelumnya berada di kisaran Rp5.000 per kilogram kini meningkat menjadi minimal Rp6.500 per kilogram, sementara Nilai Tukar Petani (NTP) mencapai angka tertinggi dalam 34 tahun terakhir. Pemerintah juga berhasil menurunkan harga pupuk subsidi sekitar 20 persen di tengah kenaikan harga pupuk dunia.

Amran berharap pemanfaatan teknologi pertanian dapat terus diperluas sehingga mampu meningkatkan produktivitas, menjaga ketahanan pangan nasional, serta mendorong kesejahteraan petani secara berkelanjutan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....