NU Cirebon Usul Cirebon Raya Jadi Tuan Rumah Muktamar Ke-35 NU
- 22 Mei 2026 01:14 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- PCNU Kabupaten Cirebon mengusulkan wilayah Cirebon Raya, Jawa Barat, menjadi tuan rumah Muktamar Ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) Tahun 2026.
- Ketua Tanfidziyah PCNU Cirebon Aziz Hakim Syaerozi mengatakan usulan itu merupakan aspirasi dari kalangan nahdliyin dan pesantren- pesantren di wilayah Cirebon.
- Cirebon dinilai memiliki sejumlah faktor pendukung yang membuatnya layak menjadi lokasi penyelenggaraan muktamar.
RRI.CO.ID, Jakarta - Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Cirebon mengusulkan wilayah Cirebon Raya, Jawa Barat, menjadi tuan rumah Muktamar Ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) Tahun 2026. Usulan tersebut disampaikan melalui surat permohonan yang dikirimkan kepada Ketua Panitia Muktamar Ke-35 NU, Saifullah Yusuf.
Ketua Tanfidziyah PCNU Kabupaten Cirebon Aziz Hakim Syaerozi mengatakan usulan itu merupakan aspirasi dari kalangan nahdliyin. Termasuk pesantren- pesantren di wilayah Cirebon maupun luar daerah.
“Ini merupakan aspirasi nahdliyin, seluruh pesantren, dan dari berbagai kalangan. Baik yang berada di Cirebon maupun di luar daerah,” ujar Aziz dalam keterangannya di Jakarta, Kamis 21 Mei 2026.
Aziz menilai Cirebon memiliki sejumlah faktor pendukung yang membuatnya layak menjadi lokasi penyelenggaraan muktamar. Mulai dari nilai historis NU, kekuatan basis pesantren, hingga kesiapan infrastruktur.
Menurutnya, Cirebon merupakan salah satu daerah perintis perkembangan NU di Jawa Barat dan melahirkan sejumlah tokoh penting NU seperti Abbas Abdul Jamil dan Abdullah Abbas. Selain itu, kawasan Cirebon dikenal sebagai pusat pesantren tua yang telah mencetak ribuan santri dan ulama di berbagai daerah di Indonesia.
Beberapa pesantren besar di kawasan tersebut antara lain Buntet Pesantren, Pesantren Babakan, Pesantren Benda, dan Pesantren Gedongan. “Cirebon tidak hanya punya nilai sejarah NU yang kuat, tetapi juga memiliki basis pesantren yang sangat besar dan nahdliyin yang mengakar,” katanya.
Dari sisi infrastruktur, Aziz menyebut Cirebon Raya memiliki lebih dari 30 hotel berbintang tiga hingga lima. Sedikitnya delapan hotel besar disebut memiliki kapasitas lebih dari 1.900 kamar serta balai riung yang mampu menampung sekitar 6.000 orang.
Ia juga menilai aksesibilitas menjadi keunggulan lain Cirebon Raya karena dapat dijangkau melalui berbagai moda transportasi. Seperti kendaraan pribadi, bus, kereta api, hingga bandara.
“Posisi Cirebon yang dekat dengan ibu kota dan kota-kota besar lainnya membuat kawasan ini sangat ideal untuk penyelenggaraan Muktamar Ke-35 NU,” ujarnya. Aziz berharap permohonan tersebut dapat menjadi bahan pertimbangan bagi panitia pusat dalam menentukan lokasi Muktamar Ke-35 NU yang dijadwalkan berlangsung pada Agustus 2026.
Sebelumnya, Sekretaris Jenderal PBNU Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menyampaikan PBNU akan menggelar Muktamar Ke-35 NU pada 1-5 Agustus 2026. Namun hingga kini, PBNU belum menetapkan lokasi penyelenggaraan acara tersebut.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....