Wagub NTT Tinjau SPPG Atambua Barat

  • 22 Mei 2026 11:25 WIB
  •  Kupang

RRI.CO.ID, Kupang - Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur Johni Asadoma melakukan kunjungan ke SPPG Atambua Barat Bairafu di Jalan Ade Irma, Kelurahan Beirafu, Kabupaten Belu, Rabu 20 Mei 2026. Kunjungan tersebut dilakukan untuk meninjau langsung operasional program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang telah berjalan sejak 17 Februari 2025.

Wagub NTT didampingi oleh Karo Perekonomian dan Administrasi Pembangunan, Selfi Nange. Turut hadir dalam kunjungan tersebut Camat Atambua Barat Jemi Boy Kotta, Kepala SPPG Yustinus Lahamukan, PIC SPPG Adriana Luan, serta Lurah Beirafu Aloysius Berek Asa.

Dalam peninjauan tersebut, Wakil Gubernur melihat langsung proses pembersihan sayur dan operasional dapur yang melayani sebanyak 3.411 penerima manfaat. Saat ini SPPG Atambua Barat memperkerjakan 51 tenaga kerja.

Bahan baku yang digunakan sebagian besar berasal dari petani dan peternak lokal. Sayur mayur diperoleh langsung dari ppppara petani, sementara buah-buahan yang tersedia antara lain pisang dan pepaya, serta semangka dan melon sesuai musim. Kebutuhan telur dipasok oleh peternak UMKM, sedangkan daging sapi diperoleh langsung dari para peternak.

Dalam dialog bersama pengelola, disampaikan sejumlah kendala operasional, terutama terkait kelangkaan gas LPG ukuran 50 kilogram di Kabupaten Belu. Akibatnya, pihak pengelola harus menggunakan beberapa tabung gas ukuran 12 kilogram.

Selain itu, untuk memperoleh tabung gas 50 kilogram, pengelola harus membeli tabung kosong dengan harga yang cukup tinggi serta berdampak pada waktu memasak dan biaya operasional. Kendala lain yang dihadapi yakni pengelolaan sampah, di mana pengangkutan sampah belum dapat dilakukan setiap hari karena keterbatasan operasional.

Meski demikian, operasional SPPG dinilai telah berjalan sesuai standar. Wakil Gubernur NTT memberikan apresiasi atas kondisi dapur yang sangat bersih dan belum pernah mengalami kasus yang mengganggu pelayanan.

“Saya mengapresiasi karena SPPG ini sangat bersih, sesuai standar dan tidak ada kasus. Saya minta kondisi ini terus dipertahankan dengan bekerja sesuai SOP, "kata Wagub NTT.

Ia juga menegaskan bahwa pemerintah daerah akan turut menjadi pengawas dalam pelaksanaan program MBG agar tetap berjalan sesuai ketentuan. Menurut Wagub, program MBG memiliki dampak besar terhadap perekonomian masyarakat karena memberikan efek berantai bagi para petani, peternak, serta penyerapan tenaga kerja lokal.

Selain itu, program ini juga mendukung peningkatan gizi dan pemberantasan stunting sehingga anak-anak dapat tumbuh sehat, kuat, dan cerdas. Terkait persoalan sampah di SPPG, Pemerintah Provinsi NTT akan menyurati para Kepala Daerah guna mencari solusi bersama terhadap pengelolaan sampah dari operasional dapur MBG di daerah.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....