SPHP Beras 371 Ribu Ton Jaga Harga Stabil

  • 30 Apr 2026 06:25 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Penyaluran SPHP beras capai 371,2 ribu ton sejak awal 2026
  • Program berjalan tanpa jeda untuk menjaga stabilitas harga
  • Distribusi diperluas melalui BUMN, BUMD, ritel modern, dan pasar rakyat
  • Kenaikan harga beras terjadi di 109 daerah, namun terbatas di atas HET
  • Harga beras medium di semua zona turun dibanding tahun lalu

RRI.CO.ID, Jakarta - Badan Pangan Nasional (Bapanas) mencatat penyaluran Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) beras sejak awal 2026 telah mencapai 371,2 ribu ton. Program ini dijaga tanpa jeda untuk menekan harga beras tetap stabil.

Penyaluran SPHP beras pada Januari hingga Februari mencapai 221 ribu ton. Sementara sejak Maret hingga 25 April terealisasi 150,2 ribu ton.

Bapanas menyebut pelaksanaan SPHP beras tahun ini tidak lagi terkendala transisi anggaran. Program tetap berjalan sejak awal tahun tanpa jeda seperti tahun sebelumnya.

Direktur SPHP Bapanas, Maino Dwi Hartono mengatakan penyaluran diperluas melalui berbagai kanal. Langkah ini dilakukan untuk mempercepat distribusi ke masyarakat.

“Penyaluran SPHP beras sudah boleh melalui distributor. Khususnya badan usaha milik negara dan badan usaha milik daerah,” ucapnya dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah di Jakarta, Senin 27 April 2026.

Ia menambahkan penyaluran juga diperluas ke ritel modern dan pengecer pasar rakyat. Upaya ini untuk memastikan jangkauan program semakin luas.

Sementara itu, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat kenaikan Indeks Perkembangan Harga (IPH) beras terjadi di 109 kabupaten/kota pada pekan keempat April. Jumlah ini menjadi yang tertinggi sepanjang tahun berjalan.

Namun Bapanas mencatat hanya 52 kabupaten/kota yang mengalami kenaikan harga melampaui Harga Eceran Tertinggi (HET) beras medium. Jumlah ini setara 14,65 persen dari 355 daerah yang dipantau.

Dalam pemantauan Bapanas, harga beras medium masih berada dalam rentang HET. Bahkan terjadi penurunan dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Di Zona I, harga per 28 April tercatat Rp12.998 per kilogram, turun dari Rp13.070 per kilogram tahun lalu. Zona II berada di Rp13.618 per kilogram, turun dari Rp14.113 per kilogram.

Sementara Zona III tercatat Rp14.957 per kilogram. Angka ini turun dari Rp15.937 per kilogram pada periode yang sama tahun lalu.

Penguatan SPHP beras didukung stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) yang memadai. Per 28 April, stok beras yang dikelola Perum Bulog mencapai 5,08 juta ton.

Realisasi pengadaan setara beras dari produksi dalam negeri tercatat 2,4 juta ton. Stok ini menjadi instrumen utama menjaga stabilitas pasokan dan harga.

Kepala Bapanas, Andi Amran Sulaiman menegaskan harga beras SPHP tidak mengalami perubahan. Program ini berfungsi sebagai penyeimbang jika terjadi kenaikan harga di pasar.

“SPHP tidak dinaikkan. Tetap seperti sekarang,” katanya.

Ia juga memastikan kendala kemasan plastik telah diatasi. Penyaluran dapat menggunakan kemasan lama dengan penyesuaian informasi label.

Bapanas mencatat komoditas beras kini tidak lagi menjadi penyumbang inflasi signifikan. Stabilitas ini didukung oleh masifnya penyaluran SPHP secara nasional.

Data BPS menunjukkan inflasi beras bulanan pada 2026 relatif rendah. Angka tertinggi terjadi pada Maret sebesar 0,65 persen.

Angka ini lebih rendah dibandingkan 5,61 persen pada September 2023 dan 5,28 persen pada Februari 2024. Bahkan lebih rendah dari puncak 2025 yang mencapai 1,35 persen pada Juli.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....