Program SPHP Beras 2026 Mulai Disalurkan Maret

  • 05 Mar 2026 11:31 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Jakarta - Badan Pangan Nasional (Bapanas) memastikan program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan beras kembali digulirkan. Program resmi berjalan mulai Maret 2026.

SPHP beras sebelumnya telah berjalan pada Januari dan Februari. Program tersebut merupakan kelanjutan dari pelaksanaan tahun 2025.

Bapanas menargetkan distribusi 828 ribu ton beras sepanjang 2026. Anggaran subsidi harga mencapai Rp4,97 triliun.

Perum Bulog diminta memprioritaskan distribusi ke daerah non sentra produksi. Daerah tanpa panen raya menjadi fokus penyaluran.

Distribusi ke daerah panen raya tetap dimungkinkan secara terbatas. Kebijakan ini menjaga harga gabah petani tetap stabil.

Kepala Bapanas Andi Amran Sulaiman mengatakan stok beras pemerintah sangat kuat. Cadangan Beras Pemerintah mencapai 3,7 juta ton.

“Beras Bulog harus hadir untuk masyarakat Indonesia,” ucapnya di Jakarta, Rabu 4 Maret 2026.

Ia memperkirakan stok beras menembus 4 juta ton pertengahan Maret. Pada akhir bulan diproyeksikan mencapai 5 juta ton.

Dalam aturan terbaru, SPHP disalurkan dalam kemasan 5 kilogram dan 2 kilogram. Kemasan 50 kilogram khusus untuk daerah tertentu.

Kemasan besar diperuntukkan bagi wilayah Maluku, Papua, dan daerah 3TP. Daerah lain dapat menerapkan sesuai hasil koordinasi pemerintah.

Bapanas juga menetapkan batas pembelian bagi konsumen. Masyarakat dapat membeli maksimal lima kemasan ukuran 5 kilogram.

Alternatif kemasan 2 kilogram dapat dibeli maksimal dua kemasan. Beras SPHP tidak boleh diperjualbelikan kembali.

Harga SPHP di Jawa dan sebagian wilayah Sumatera ditetapkan Rp12.500 per kilogram di tingkat konsumen. Harga di gudang Bulog Rp11.000 per kilogram.

Untuk wilayah Kalimantan, Nusa Tenggara Timur, dan sebagian Sumatera, harga konsumen maksimal Rp13.100 per kilogram. Harga gudang Bulog Rp11.300 per kilogram.

Di wilayah Maluku dan Papua, harga konsumen maksimal Rp13.500 per kilogram. Harga di gudang Bulog Rp11.500 per kilogram.

Realisasi penyaluran SPHP 2025 mencapai 1,025 juta ton hingga Februari 2026. Program tersebut membantu menjaga stabilitas harga beras.

Inflasi beras awal 2026 tercatat relatif rendah. Januari sebesar 0,16 persen dan Februari 0,43 persen.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....