Mensos dan Mendes Soroti Strategi NTB Tekan Kemiskinan Ekstrem

  • 16 Apr 2026 16:31 WIB
  •  Mataram
Poin Utama
  • Menteri Sosial Saifullah Yusuf
  • Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Yandri Susanto
  • Kemiskinan Ekstrem di NTB

RRI.CO.ID, Mataram - Upaya pengentasan kemiskinan di Nusa Tenggara Barat (NTB) kini memasuki babak baru. Pemerintah pusat dan daerah mulai mendorong perubahan pendekatan, dari sekadar penyaluran bantuan menuju pemberdayaan masyarakat yang lebih berkelanjutan.

Dalam Musrenbang NTB 2026 di Mataram, Menteri Sosial Saifullah Yusuf dan Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Yandri Susanto menegaskan pentingnya kolaborasi dan integrasi program untuk memutus rantai kemiskinan dari desa

Mensos menilai, tantangan utama pembangunan saat ini bukan pada kekurangan intervensi, melainkan lemahnya integrasi antarprogram. Menurutnya, berbagai bantuan sosial, pemberdayaan ekonomi, hingga program desa kerap berjalan sendiri-sendiri.

“Sering kali programnya banyak, tapi tidak saling terhubung. Akibatnya dampaknya tidak maksimal,” ujar Mensos di Mataram, Kamis, 16 April 2026.

Ia menekankan, sinkronisasi perencanaan antara pemerintah pusat dan daerah harus diperkuat agar intervensi lebih tepat sasaran. Dalam konteks NTB, integrasi itu dinilai penting mengingat persoalan kemiskinan tidak berdiri sendiri, tetapi berkaitan erat dengan akses pekerjaan, pendidikan, dan potensi ekonomi lokal.

Hal senada disampaikan Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Yandri Susanto. Ia melihat desa sebagai titik temu berbagai program lintas sektor yang bisa disatukan untuk mempercepat pengentasan kemiskinan.

Menurutnya, pendekatan berbasis desa memungkinkan intervensi dilakukan secara lebih terukur, karena langsung menyasar kebutuhan riil masyarakat. Program seperti desa wisata, desa ekspor, dan desa tematik disebut bisa menjadi penggerak ekonomi baru jika terhubung dengan program kementerian lain.

“Kalau desa diperkuat dan programnya terintegrasi, efeknya akan langsung terasa pada penurunan kemiskinan,” katanya.

Pemerintah Provinsi NTB sendiri telah mendorong pendekatan tersebut melalui program “Desa Berdaya”. Program ini tidak hanya berfokus pada bantuan, tetapi juga pada penguatan kapasitas ekonomi masyarakat berbasis potensi lokal.

Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal mengatakan melalui program Desa Berdaya pihaknya telah mengorkestrasi kerja-kerja semua pihak dalam menekan kemiskinan di NTB. "Sebagaimana semangat yang selalu digaungkan oleh Presiden RI dan upaya itu harus dimulai dari Desa," katanya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....