Kemensos-Inkanas Perkuat Karakter Siswa SR
- 15 Apr 2026 11:24 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Kementerian Sosial dan PB Inkanas kerja sama penguatan karakter siswa Sekolah Rakyat
- Program dilakukan melalui pembelajaran karate di sistem pendidikan asrama
- Fokus pada pembentukan disiplin, sportivitas, dan kepercayaan diri siswa
- Implementasi akan menjangkau sekitar 166 titik Sekolah Rakyat di Indonesia
- Program didukung jaringan Korps Brimob Polri untuk pelaksanaan di daerah
RRI.CO.ID, Depok - Kementerian Sosial dan PB Inkanas menjalin kerja sama penguatan karakter siswa Sekolah Rakyat. Program dilakukan melalui pembelajaran seni bela diri karate.
Kerja sama dituangkan dalam penandatanganan MoU dan PKS. Penandatanganan dilakukan di Mako Brimob Kelapa Dua, Depok.
Penandatanganan dilakukan Menteri Sosial Saifullah Yusuf dan Ketua PB Inkanas Ramdani Hidayat. Kegiatan berlangsung pada Selasa, 14 April 2026.
Ramdani juga menjabat sebagai Komandan Korps Brimob Polri. Kegiatan dihadiri sejumlah pejabat terkait.
Program ini bertujuan memperkuat pendidikan karakter siswa Sekolah Rakyat. Sekolah ini menggunakan sistem asrama selama 24 jam.
Siswa berasal dari keluarga kurang mampu. Pendidikan diberikan secara berkelanjutan setiap hari.
“Tentu ini penting untuk penguatan karakter siswa Sekolah Rakyat. Mereka dididik secara berkelanjutan selama 24 jam,” ucap Saifullah Yusuf.
Selain pendidikan akademik, siswa juga mendapat pendidikan karakter. Pendidikan mencakup pelajaran agama sesuai keyakinan masing-masing.
Kegiatan ekstrakurikuler juga menjadi bagian penting pendidikan. Salah satunya melalui pembelajaran seni bela diri.
“Kami ingin memberikan kesempatan siswa belajar seni bela diri. Dalam hal ini adalah karate,” kata Saifullah Yusuf.
Melalui kegiatan ini, siswa diharapkan memiliki semangat berprestasi. Nilai sportivitas dan kejujuran juga diperkuat.
Kegiatan ini juga mendorong rasa percaya diri siswa. Mereka diharapkan mampu menghadapi situasi sosial dengan baik.
“Lebih percaya diri dan memahami tindakan yang tepat sesuai norma. Ini bagian dari pembentukan karakter,” ucapnya.
Ketua PB Inkanas Ramdani Hidayat menegaskan pentingnya etika dalam bela diri. Pendidikan tidak hanya fokus pada teknik.
“Dalam bela diri, etika harus dikedepankan. Etika membuat seseorang menghormati sesama,” kata Ramdani.
Ia menyebut pendidikan karakter akan diterapkan di seluruh Sekolah Rakyat. Pelaksanaan melibatkan pengurus Inkanas di daerah.
Program akan didukung jaringan Brimob di seluruh Indonesia. Hal ini mempermudah implementasi di lapangan.
“Terdapat sekitar 166 titik Sekolah Rakyat. Kami akan koordinasikan dengan jajaran di daerah,” ucapnya.
Ramdani juga menegaskan tidak diperlukan seragam khusus. Siswa cukup menggunakan pakaian olahraga yang tersedia.
“Tidak perlu seragam khusus karena membebani. Yang penting tujuan dan manfaat tercapai,” kata Ramdani.
Menteri Sosial menyampaikan apresiasi kepada PB Inkanas. Kerja sama ini dinilai penting bagi pendidikan karakter.
Program ini diharapkan melahirkan generasi tangguh dan berkarakter. Nilai disiplin dan cinta tanah air menjadi fokus utama.
“Generasi berkarakter adalah modal untuk masa depan. Ini penting untuk kemenangan bangsa,” ucap Saifullah Yusuf.
Kegiatan ini juga dihadiri sejumlah pejabat terkait. Di antaranya Sekjen Kemensos dan pengurus Inkanas.
Rektor Universitas Tulungagung juga turut hadir dalam kegiatan ini. Kolaborasi lintas sektor terus diperkuat pemerintah.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....