Menteri LH: Sampah di Bali Jangan Rusak Citra Pariwisata Indonesia
- 06 Mar 2026 12:57 WIB
- Denpasar
RRI.CO.ID, Badung – Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH), Hanif Faisol Nurofiq, menegaskan Bali memegang peran sentral dalam transformasi pengelolaan sampah nasional. Hal tersebut disampaikan saat mengikuti aksi bersih pantai di Jimbaran, Kabupaten Badung, Kamis, 5 Maret 2026.
Menteri Hanif mengingatkan kebersihan kawasan pesisir Bali tidak hanya berkaitan dengan lingkungan, tetapi juga menyangkut citra Indonesia di mata dunia. “Bali adalah etalase Indonesia, dan pantai-pantai ini mencerminkan wajah bangsa kita. Ketika pantai bersih, Indonesia dihormati sebagai negara yang peduli lingkungan. Namun, jika tercemar sampah, reputasi kita juga ikut tercoreng,” tegas Menteri Hanif dalam arahannya.
Sebagai destinasi pariwisata internasional, Bali menghadapi persoalan sampah yang memerlukan perhatian serius. Menteri Hanif menekankan target pengelolaan sampah nasional sebesar 63,41 persen pada tahun 2026 harus segera diwujudkan, dengan langkah nyata di daerah strategis termasuk Bali.
| Baca juga: Wamen LH Kunjungi TPS3R Sapuh Jagat Bali |
Ia juga menyoroti proyeksi timbulan sampah Indonesia pada tahun 2029 yang diperkirakan mencapai 146.780 ton per hari. Kondisi tersebut dinilai memerlukan penguatan sistem pengelolaan sampah sejak dari sumbernya.
“Bali harus mempercepat pemilahan sampah di rumah tangga bisa melalui komposter, tebu modern, memperluas jaringan bank sampah, dan memastikan kawasan wisata, hotel, restoran, serta kafe memiliki sistem pemilahan yang disiplin untuk mencegah sampah membebani TPA dan mencemari lingkungan,” tambah Menteri Hanif.
Selain mengikuti aksi bersih pantai, Menteri Hanif juga mengunjungi sejumlah lokasi pengelolaan sampah berbasis sumber di Bali. Di antaranya Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Tahura 1 di Denpasar, Desa Kesiman Petilan di Denpasar, Desa Bongkasa Pertiwi di Badung, serta Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS 3R) Pudak Mesari di Darmasaba, Badung.
Di lokasi tersebut, Menteri Hanif melihat langsung proses pemilahan sampah yang dilakukan di tingkat rumah tangga dan komunitas. Meski Bali telah menunjukkan beberapa kemajuan, tantangan dalam pengelolaan sampah dinilai masih perlu dipercepat penyelesaiannya.
Menteri Hanif juga memberikan apresiasi kepada Badan Pengelola Dana Lingkungan Hidup (BPDLH) yang telah memberikan dukungan berupa wood chipper kepada Pemerintah Kabupaten Badung untuk memperkuat pengelolaan sampah di kawasan pariwisata. “Saya berharap dukungan ini dapat meningkatkan kapasitas daerah dalam menyelesaikan persoalan sampah, sehingga masalah sampah di Bali bisa ditangani secara cepat,” tambah Menteri Hanif.
Dengan kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dunia usaha, dan masyarakat, Bali diharapkan dapat menjadi model pengelolaan sampah yang berkelanjutan sekaligus menjaga ekosistem pesisir Indonesia selaras dengan komitmen dalam gerakan Indonesia Aman, Sehat, Resik, dan Indah (ASRI).
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....