Bapanas Tugaskan Bulog Ekspor Beras untuk Logistik Haji
- 05 Mar 2026 11:00 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Jakarta - Pemerintah menugaskan Perum Bulog mengekspor beras untuk kebutuhan logistik jemaah haji Indonesia. Penugasan diberikan oleh Badan Pangan Nasional.
Ekspor perdana tersebut berjumlah 2.280 ton beras kualitas premium. Beras berasal dari Cadangan Beras Pemerintah.
Penugasan tertuang dalam surat Kepala Bapanas nomor 213/TS.03.03/K/02/2026. Surat tersebut diteken pada 27 Februari 2026.
Kepala Bapanas Andi Amran Sulaiman mengatakan ekspor ini bukti kuatnya stok beras nasional. Indonesia disebut telah mencapai swasembada beras.
“Ini aksi nyata, bukan ilusi,” ucapnya saat pelepasan ekspor di Gudang Bulog Kelapa Gading, Jakarta, Rabu 4 Maret 2026.
Ia menyebut stok Cadangan Beras Pemerintah mencapai 3,7 juta ton. Angka tersebut tertinggi sepanjang sejarah pada bulan Maret.
Beras akan dikirim ke Arab Saudi. Ekspor ditujukan untuk kebutuhan konsumsi jemaah dan petugas haji Indonesia.
Total logistik tersebut diperkirakan mencukupi 205.420 orang. Setiap jemaah diperkirakan mengonsumsi 170 gram nasi per hari.
| Baca juga: GPM Bantu Warga Cariu Dapat Pangan Murah |
Perhitungan kebutuhan didasarkan pada frekuensi makan jemaah. Jemaah mendapat 78 kali makan di Makkah dan 27 kali di Madinah.
Selain itu terdapat enam kali makan di wilayah Armuzna. Standar kualitas beras yang digunakan adalah beras premium.
Amran mengatakan pemerintah juga menjajaki ekspor ke negara lain. Di antaranya Papua Nugini, Malaysia, dan Filipina.
Menurutnya, kebutuhan beras jemaah haji Indonesia di Arab Saudi cukup besar. Permintaan diperkirakan mencapai 20 hingga 50 ribu ton.
Beras yang diekspor berasal dari serapan produksi dalam negeri. Seluruhnya berasal dari hasil panen awal 2026.
Bulog mencatat serapan beras hingga akhir Februari mencapai 552,4 ribu ton. Angka tersebut meningkat 196,9 persen dibanding tahun lalu.
Wakil Ketua Komisi IV DPR Abdul Kharis Almasyhari menyambut baik ekspor tersebut. Ia mendorong pemerintah memperluas pasar ekspor.
Menurutnya, pasar beras bagi warga Indonesia di luar negeri cukup besar. Hal itu menjadi peluang ekspor bagi produk beras nasional.
"Saya dari Komisi IV, kami tentunya sangat bangga melihat kegiatan pada hari ini. Ini awalan yang baik dan akan diikuti dengan ekspor ke negara yang lain. Mudah-mudahan jemaah haji diikuti jemaah umrah, dan para mukimin yang ada di sana yang jumlahnya cukup banyak. Saya kira ini menjadi segmen yang pasti," kata Kharis.
Pengapalan direncanakan dilakukan dari Pelabuhan Tanjung Priok. Pengiriman pertama dijadwalkan pada 7 Maret 2026.
Pemerintah memastikan stok beras nasional tetap aman. Ekspor dilakukan setelah kebutuhan domestik terpenuhi.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....