GPM Bantu Warga Cariu Dapat Pangan Murah
- 13 Jul 2026 02:07 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Badan Pangan Nasional terus memperluas program Gerakan Pangan Murah untuk menjaga keterjangkauan harga pangan dan daya beli masyarakat.
- Hingga 9 Juli 2026, GPM telah dilaksanakan 5.868 kali di 38 provinsi dan 439 kabupaten/kota dengan jangkauan nasional yang luas.
- Masyarakat merasakan manfaat langsung dengan selisih harga 2.000-3.000 rupiah per item, terutama pada beras (subsidi Rp3.000/kg) dan telur (harga Rp22.000 vs pasar Rp27.000-29.000).
RRI.CO.ID, Bogor – Badan Pangan Nasional (Bapanas) memastikan program Gerakan Pangan Murah (GPM) terus diperluas untuk menjaga keterjangkauan harga pangan. Program tersebut dinilai membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga lebih murah dibandingkan pasar.
Antusiasme warga terlihat saat pelaksanaan GPM di Kecamatan Cariu, Kabupaten Bogor, Jumat 10 Juli 2026. Sejak pagi, masyarakat memadati lokasi kegiatan untuk membeli beras, minyak goreng, gula pasir, telur, dan tepung bersubsidi.
Salah seorang warga Kecamatan Cariu, Euis, mengatakan selalu memanfaatkan GPM setiap kali digelar. Menurutnya, selisih harga beberapa komoditas cukup membantu mengurangi pengeluaran rumah tangga.
"Lumayan membantu. Selisihnya sekitar dua ribu sampai tiga ribu rupiah dibandingkan harga di pasar," kata Euis.
Ia berharap pemerintah menambah stok komoditas yang dijual dalam setiap pelaksanaan GPM. Dengan demikian, lebih banyak masyarakat dapat menikmati manfaat program tersebut.
"Kalau bisa barangnya diperbanyak, jangan sampai jam 10 pagi sudah habis," ucapnya.
Hal senada disampaikan warga lainnya, Dedah, yang merasakan langsung perbedaan harga sejumlah kebutuhan pokok. Menurutnya, harga telur, minyak goreng, dan gula jauh lebih murah dibandingkan harga di pasar.
"Harganya memang lebih murah. Telur di sini Rp22.000, kalau di pasar bisa Rp27.000 sampai Rp29.000," katanya.
Ia berharap Gerakan Pangan Murah terus dilaksanakan secara rutin. Program tersebut dinilai membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pangan sehari-hari dengan harga terjangkau.
Sementara itu, Camat Cariu, Pardi, mengatakan pelaksanaan GPM kali ini merupakan kegiatan keenam di wilayahnya. Berbagai komoditas pangan disiapkan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat sekaligus menjaga daya beli.
Menurut Pardi, antusiasme masyarakat terus meningkat pada setiap penyelenggaraan GPM. Hal tersebut menunjukkan program pemerintah benar-benar memberikan manfaat langsung kepada warga.
"Alhamdulillah, dari bulan ke bulan antusiasme masyarakat terus meningkat. Ini menunjukkan program ini benar-benar dirasakan manfaatnya oleh warga," ucapnya.
Pada pelaksanaan GPM di Kecamatan Cariu, beras menjadi komoditas dengan subsidi terbesar. Pemerintah memberikan subsidi Rp3.000 per kilogram atau Rp15.000 untuk setiap kemasan lima kilogram.
Selain beras, masyarakat juga dapat membeli minyak goreng, gula pasir, tepung terigu, dan telur dengan harga bersubsidi. Program tersebut menjadi salah satu instrumen pemerintah menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan di daerah.
Kepala Bapanas, Andi Amran Sulaiman, sebelumnya menegaskan GPM akan terus diperluas bersama pemerintah daerah. Langkah tersebut dilakukan untuk menjaga stabilitas harga pangan meski inflasi beras berhasil terkendali selama dua tahun terakhir.
Bapanas mencatat hingga 9 Juli 2026, GPM telah dilaksanakan sebanyak 5.868 kali. Program tersebut menjangkau 38 provinsi serta 439 kabupaten dan kota di seluruh Indonesia.
Pelaksanaan GPM merupakan hasil kolaborasi pemerintah pusat, pemerintah daerah, pelaku usaha, dan masyarakat. Pemerintah berharap perluasan program tersebut semakin memperkuat daya beli masyarakat sekaligus menjaga stabilitas harga pangan nasional.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....