Ubi Ungu Kelapa Ketan Kukus, Jajanan Tradisional yang sempat FYP di medsos
- 16 Jul 2026 14:26 WIB
- Sumenep
RRI.CO.ID, Sumenep- Ubi ungu kelapa ketan kukus kembali mencuri perhatian masyarakat setelah banyak dibagikan di media sosial. Jajanan tradisional ini dikenal memiliki perpaduan rasa manis alami dari ubi ungu, gurihnya kelapa parut, dan tekstur kenyal dari ketan kukus. Tak hanya dijual di pasar tradisional, camilan ini kini mulai hadir di berbagai kafe dengan tampilan yang lebih modern.
Popularitas makanan ini meningkat karena banyak kreator konten membagikan pengalaman mencicipinya melalui video pendek. Warna ungu yang menarik membuat makanan ini terlihat estetik dan cocok dijadikan konten. Selain tampil menggugah selera, ubi ungu juga dikenal mengandung serat dan antioksidan yang baik bagi tubuh.
Salah satu Gen Z, Zahro Warga Lenteng Barat Sumenep Madura, mengungkap kuliner ubi ungu kelapa ketan kukus terlihat FYP di medsos beberapa bulan terakhir. Mereka mulai menghadirkan berbagai variasi, seperti tambahan keju, susu kental manis, hingga saus gula aren agar dapat menjangkau lebih banyak kalangan, terutama generasi muda yang melihat medsos seprti tiktok.
"Awalnya lihat resepnya di FYP, terus langsung kepikiran buat nyobain bikin sendiri di rumah. Ternyata bahannya simpel dan cara bikinnya nggak ribet. Pas udah matang, rasanya auto bikin nagih—gurih, manis, sama tekstur ketannya pas banget. Fix, ini bakal masuk daftar camilan homemade favorit. Lumayan buat healing tipis-tipis di dapur sambil bikin konten, ujarnya, Kamis 16 Juli 2026.
| Baca juga: Kue Lupis Jajanan Takjil Tradisional Sumenep |
Lebih lanjut Zahro , cita rasa tradisional yang dipadukan dengan penyajian modern menjadi daya tarik utama yang tidak kalah sama dessert kekinian. Worth it banget buat dicoba bareng teman atau keluarga.
Fenomena ini menunjukkan bahwa makanan tradisional masih memiliki tempat di hati masyarakat. Dengan sentuhan inovasi tanpa menghilangkan cita rasa asli, ubi ungu kelapa ketan kukus berpeluang menjadi salah satu kuliner lokal yang terus diminati dan mampu bersaing di tengah maraknya makanan modern.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....