Mengulik Sate Kol: Kuliner Legendaris Jawa Timur yang Kaya Gizi dan Manfaat

  • 14 Jul 2026 13:05 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Surabaya — Jika Anda mendengar nama "sate kol", hal pertama yang mungkin terlintas di pikiran adalah tusukan sayur kubis atau kol yang dibakar. Namun, bagi masyarakat Jawa Timur, kuliner ini memiliki arti yang sepenuhnya berbeda. Sate kol—atau yang lebih populer dikenal sebagai sate keong sawah merupakan salah satu kuliner tradisional legendaris yang sangat digemari di daerah Mojokerto, Sidoarjo, hingga Surabaya.

Berbeda jauh dari namanya yang menggunakan unsur sayuran, bahan dasar sate kol adalah keong sawah (Pila ampullacea). Kudapan unik ini menawarkan sensasi rasa yang khas dengan daging keong yang memiliki tekstur kenyal sekaligus empuk saat digigit. Biasanya, sate ini diolah dengan bumbu dapur yang melimpah, mulai dari bumbu rica-rica pedas manis, bumbu kelapa (serundeng), hingga bumbu kacang yang gurih, sebelum akhirnya dibakar hingga aromanya menggugah selera.

Dilansir dari laman resmi Hallo Sehat, Sate kol (atau sate keong sawah) memiliki berbagai keunggulan gizi dan kuliner. Daging keong kaya akan protein tinggi, zat besi untuk mencegah anemia, serta rendah lemak. Dari segi rasa, sate ini sangat kenyal dan empuk dengan balutan bumbu kacang atau rempah gurih yang khas.

Di balik harganya yang sangat merakyat dan kerap dijumpai di angkringan atau warung tradisional, sate kol ternyata menyimpan potensi gizi yang luar biasa. Berdasarkan data resmi dari Kementerian Kesehatan RI (Kemenkes), keong sawah merupakan salah satu sumber protein hewani alternatif yang sangat baik. Kandungan proteinnya yang tinggi namun rendah lemak menjadikan sate kol sebagai pilihan hidangan sehat yang ramah di kantong.

Selain protein, keong sawah juga kaya akan kandungan kalsium dan fosfor. Zat-zat mineral ini sangat dibutuhkan oleh tubuh untuk menjaga kepadatan tulang dan gigi, serta mendukung fungsi saraf. Mengonsumsi olahan keong sawah secara teratur dengan porsi yang tepat dinilai dapat membantu mencegah risiko osteoporosis sejak dini.

Manfaat kesehatan lain yang tidak kalah mengejutkan adalah kandungan asam lemak esensialnya. Keong sawah dilaporkan mengandung Omega-3, Omega-6, dan Omega-9. Kehadiran asam lemak sehat ini sangat berperan dalam menjaga kesehatan jantung, menurunkan kadar kolesterol jahat dalam darah, serta membantu mengoptimalkan perkembangan sel-sel otak.

Kendati memiliki segudang manfaat gizi, laman resmi Kemenkes juga mengingatkan pentingnya faktor kebersihan dalam proses pengolahan keong sawah. Karena habitatnya berada di lumpur persawahan, keong berpotensi membawa parasit dan bakteri jika tidak dibersihkan dengan benar. Oleh karena itu, sebelum diolah menjadi sate yang lezat, keong harus direndam terlebih dahulu untuk mengeluarkan kotorannya, dicuci bersih berkali-kali, lalu direbus hingga benar-benar matang sempurna.

Sate kol membuktikan bahwa kuliner tradisional tidak hanya sekadar memanjakan lidah, tetapi juga mampu menjadi sumber nutrisi yang padat bagi tubuh. Dengan pengolahan yang bersih dan higienis, hidangan kenyal nan gurih khas Jawa Timur ini layak naik kelas sebagai salah satu superfood lokal yang patut terus dilestarikan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....