Ongol-Ongol Khas Betawi Kuliner Tradisional Tetap Digemari

  • 24 Jun 2026 09:40 WIB
  •  Mataram
Poin Utama
  • Ongol-ongol merupakan jajanan tradisional khas Betawi dan Jawa Barat yang terkenal dengan tekstur kenyal, rasa manis, serta taburan kelapa parut gurih, menjadikannya salah satu warisan kuliner Nusantara yang masih digemari hingga kini

RRI.CO.ID, Mataram - Di tengah menjamurnya aneka camilan modern, ongol-ongol tetap memiliki tempat tersendiri di hati masyarakat Indonesia. Kue tradisional yang identik dengan tekstur kenyal dan taburan kelapa parut ini masih sering dijumpai di pasar tradisional, acara keluarga, hingga sajian prasmanan seperti yang tampak pada foto. Warna-warni menarik yang menghiasi ongol-ongol membuatnya semakin menggugah selera, terutama bagi pecinta jajanan pasar.

Mengutip dari berbagai sumber, Ongol-ongol dikenal sebagai salah satu kuliner tradisional yang populer di wilayah Betawi dan Jawa Barat. Kue ini memiliki cita rasa manis yang berasal dari gula merah atau gula pasir, berpadu dengan gurihnya kelapa parut yang menjadi pelengkap wajib saat penyajian. Kombinasi rasa tersebut menciptakan sensasi sederhana namun sulit dilupakan.

Secara tradisional, ongol-ongol dibuat dari tepung sagu, tepung tapioka, atau singkong yang diolah bersama gula dan daun pandan. Adonan kemudian dimasak hingga mengental sebelum dicetak dan dilumuri kelapa parut kukus. Proses inilah yang menghasilkan tekstur kenyal khas yang menjadi ciri utama ongol-ongol.

Keunikan ongol-ongol tidak hanya terletak pada rasanya, tetapi juga pada kemampuannya bertahan di tengah perubahan zaman. Meski kini hadir berbagai variasi rasa dan warna, versi tradisional tetap menjadi favorit karena mempertahankan cita rasa autentik yang telah dikenal selama puluhan tahun. Bahkan, ongol-ongol termasuk salah satu warisan kuliner Nusantara yang masih terus dilestarikan hingga saat ini.

Dari sisi gizi, bahan utama ongol-ongol seperti tepung sagu atau tapioka berfungsi sebagai sumber karbohidrat yang dapat memberikan energi. Sementara itu, kelapa parut menambah cita rasa sekaligus mengandung lemak alami dan serat pangan. Namun, karena menggunakan gula sebagai bahan utama, konsumsi ongol-ongol tetap perlu disesuaikan agar tidak berlebihan.

Bagi banyak orang, ongol-ongol bukan sekadar makanan ringan. Kue ini menyimpan kenangan masa kecil, suasana pasar tradisional, hingga kebersamaan dalam berbagai acara keluarga. Di balik tampilannya yang sederhana, ongol-ongol menjadi bukti bahwa kuliner tradisional Indonesia memiliki daya tarik yang mampu bertahan dari generasi ke generasi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....