Endog Lewo, Camilan Legendaris Khas Garut

  • 14 Jun 2026 07:17 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Bandung - Endog Lewo adalah camilan tradisional legendaris khas Garut berbahan dasar singkong. Dinamakan "endog" (telur dalam bahasa Sunda) karena bentuknya yang bulat-bulat kecil, dan "Lewo" merujuk pada Kampung Lewo di Kecamatan Malangbong, tempat asal camilan ini. Makanan ini memiliki tekstur renyah dan rasa gurih yang khas.

Dikenal juga dengan nama "Emplod", camilan ini pertama kali diproduksi pada tahun 1960-an oleh masyarakat Kampung Lewo, Desa Sukajaya, Kecamatan Malangbong. Karena kepopulerannya dan resepnya yang diwariskan secara turun-temurun, Endog Lewo bahkan telah diakui sebagai Warisan Budaya Tak Benda Jawa Barat.

Camilan ini dibuat menggunakan bahan yang cukup sederhana:

  1. Bahan Utama: Singkong berkualitas yang dikupas, diparut, dan diperas airnya.
  2. Adonan: Parutan singkong dicampur dengan tepung tapioka, garam, dan bumbu penyedap, lalu diuleni hingga kalis.
  3. Pencetakan: Adonan dibentuk menjadi bulatan-bulatan kecil seukuran telur.
  4. Penggorengan: Bulatan digoreng dengan minyak panas menggunakan api sedang hingga mengembang, renyah, dan berwarna kuning kecokelatan.

Selain rasa original yang gurih dan asin, kini Endog Lewo hadir dengan berbagai inovasi rasa modern. Varian yang populer di antaranya:

  • Pedas Balado
  • Pedas Daun Jeruk
  • Original Daun Jeruk]

Untuk harga, camilan ini sangat terjangkau. Kemasan standar ukuran 250 gram biasanya dibanderol mulai dari Rp11.000 hingga Rp16.000, sedangkan untuk pembelian grosir dihargai sekitar Rp50.000-Rp55.000 per kilogram.

Endog Lewo sangat nikmat disantap langsung sebagai teman bersantai. Karena rasanya yang gurih, banyak juga yang menjadikannya sebagai topping atau pelengkap untuk makanan berkuah pedas seperti bakso aci, mie ayam, seblak, atau cuanki agar teksturnya semakin kriuk.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....