Hidangan Wajib saat Perayaan Imlek dan Maknanya

  • 18 Feb 2026 09:08 WIB
  •  Batam

RRI.CO.ID, Batam – Perayaan Tahun Baru Imlek selalu identik dengan momen kumpul keluarga, doa untuk tahun yang lebih baik, dan tentu saja hidangan istimewa di meja makan. Makanan saat Imlek bukan sekadar untuk mengenyangkan perut, tapi juga penuh simbol keberuntungan, rezeki, kesehatan, dan keharmonisan. Berikut beberapa hidangan yang hampir selalu hadir saat perayaan Imlek:

  1. Ikan Utuh
    Ikan utuh menjadi hidangan wajib karena melambangkan kelimpahan dan rezeki yang berlimpah. Dalam bahasa Mandarin, kata “ikan” terdengar seperti kata “berlimpah”. Menyajikan ikan secara utuh juga melambangkan keutuhan keluarga dan harapan agar rezeki tersisa hingga akhir tahun.
  2. Mie Panjang Umur
    Mie panjang umur melambangkan umur panjang dan kesehatan. Saat menyantapnya, mie biasanya tidak dipotong sebagai simbol harapan agar umur dan keberuntungan juga “panjang” dan tidak terputus. Hidangan ini sering disajikan sebagai doa untuk orang tua dan anggota keluarga.
  3. Lumpia
    Lumpia memiliki bentuk menyerupai batangan emas pada zaman Tiongkok kuno, sehingga melambangkan kekayaan dan kemakmuran. Isinya yang beragam juga mencerminkan rezeki yang melimpah. Di Indonesia, lumpia goreng sering jadi hidangan favorit saat Imlek.
  4. Ayam atau Bebek Utuh
    Ayam atau bebek yang disajikan utuh melambangkan keutuhan keluarga, keharmonisan, dan kebersamaan. Hidangan ini juga dimaknai sebagai simbol kesetiaan dan kerja sama dalam keluarga agar tetap kompak sepanjang tahun.
  5. Siomay dan Dimsum
    Siomay dan aneka dimsum sering hadir sebagai sajian pembuka atau camilan saat kumpul keluarga. Bentuknya yang kecil-kecil melambangkan kebahagiaan dalam hal-hal sederhana. Dalam beberapa tradisi, dimsum juga melambangkan keberuntungan yang datang sedikit demi sedikit namun terus-menerus.
  6. Jeruk Mandarin
    Jeruk mandarin hampir selalu ada saat Imlek sebagai simbol keberuntungan dan kemakmuran. Warna oranye keemasan menyerupai emas, sementara pengucapan “jeruk” dalam bahasa Mandarin terdengar mirip kata “emas” atau “keberuntungan”. Biasanya jeruk diberikan saat berkunjung ke rumah kerabat sebagai tanda doa baik.
  7. Kue Keranjang (Nian Gao)
    Kue keranjang melambangkan peningkatan rezeki dan kehidupan yang lebih baik dari tahun ke tahun. Teksturnya yang lengket juga dimaknai sebagai perekat hubungan keluarga agar tetap harmonis. Hidangan manis ini biasanya disajikan sebagai penutup atau camilan saat Imlek.
    Hidangan Imlek bukan hanya tentang rasa lezat, tetapi juga tentang doa dan harapan yang tersirat di dalamnya. Dengan menyajikan hidangan-hidangan bermakna, keluarga berharap tahun baru membawa rezeki, kesehatan, keharmonisan, dan kebahagiaan. Tradisi makan bersama pun menjadi momen penting untuk mempererat hubungan keluarga di awal tahun yang baru.
google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....