Kue Sikapporo Kuliner Tradisional Kalangan Bangsawan Bugis
- 09 Feb 2026 09:30 WIB
- Makassar
RRI.CO.ID, Makassar - Kue tradisional Sikaporo merupakan salah satu kuliner khas Bugis, yang memiliki nilai budaya mendalam dan memiliki ciri yang unik. Kue ini dikenal dengan teksturnya yang lembut, rasa manis yang khas, serta tampilan cantik berwarna kuning dan hijau.
Pada jaman dahulu, Sikaporo hanya disajikan untuk kalangan bangsawan, namun kini seiring berkembangnya jaman, maka Sikaporo sudah menjadi bagian dari masyarakat luas. Dalam tradisi Bugis, Sikaporo memiliki makna simbolis.
Dikutip dari ngetren Kue ini sering hadir dalam acara pernikahan, syukuran, dan upacara adat sebagai lambang kebahagiaan, kemakmuran, dan persatuan. Kehadirannya bukan sekadar hidangan penutup, tetapi juga bagian dari simbol budaya yang diwariskan secara turun-temurun.
Selain sebagai hidangan adat, Sikaporo juga menjadi kue hantaran wajib dalam pernikahan masyarakat Bugis. Kehadirannya dianggap sebagai doa agar rumah tangga yang baru dibangun penuh dengan kebahagiaan dan keberkahan. Tradisi ini masih dijaga hingga kini, sehingga menjadikan Sikaporo sebagai bagian penting dalam prosesi acara budaya.
Seiring perkembangan zaman, Sikaporo kini lebih mudah ditemukan di toko-toko besar di daerha Bugis dan sekitarnya. Harganya juga relatif terjangkau, sehingga memudahkan masyarakat umum bisa menikmatinya tanpa harus menunggu ada acara adat. Ini menunjukkan bagaimana kue tradisional dapat beradaptasi dengan kebutuhan modern.
Secara keseluruhan, Sikaporo bukan hanya sekadar makanan manis, yang bisa menjadi penggugah selera atau sekedar untuk dinikmati, tetapi juga warisan budaya yang memiliki makna luar biasa. Kelezatan, keindahan bentuk, serta nilai simbolisnya yang menjadikan kue ini tetap relevan di tengah perubahan zaman dan dunia modern.
Sikaporo adalah bukti bahwa kuliner tradisional mampu bertahan dan terus dicintai oleh masyarakat, dari semua kalangan tanpa batasan usia.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....