Kemenkes Ingatkan Masyarakat Waspadai Chikungunya dan Terapkan 3M Plus

  • 16 Jul 2026 20:18 WIB
  •  Nunukan

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap penyakit chikungunya yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti dan Aedes albopictus. Penyakit tropis ini masih berpotensi muncul di berbagai wilayah Indonesia, terutama saat populasi nyamuk meningkat akibat kondisi lingkungan yang mendukung perkembangbiakannya.

Chikungunya merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus chikungunya dan ditularkan melalui gigitan nyamuk yang telah terinfeksi. Menurut Kemenkes, seseorang yang terinfeksi dapat mengalami gejala berupa demam, tubuh terasa lemas, serta nyeri pada sendi dan tulang yang dapat berlangsung dalam waktu lama, bahkan hingga berbulan-bulan atau bertahun-tahun pada sebagian kasus. Meski demikian, ada pula penderita yang tidak menunjukkan gejala sama sekali.

Kemenkes menjelaskan bahwa perjalanan penyakit chikungunya terdiri atas tiga fase, yaitu fase akut, fase pasca-akut yang berlangsung antara satu hingga tiga bulan, serta fase kronis yang dapat terjadi setelah tiga bulan. Nyeri sendi yang berkepanjangan menjadi salah satu keluhan utama yang dapat mengganggu kualitas hidup dan produktivitas penderitanya.

Hingga saat ini belum tersedia obat antivirus khusus untuk mengatasi infeksi chikungunya. Penanganan yang diberikan bertujuan untuk meredakan gejala melalui istirahat yang cukup, menjaga kecukupan cairan tubuh, serta pemberian obat untuk mengurangi demam dan nyeri sendi sesuai anjuran tenaga kesehatan.

Untuk mencegah penularan, Kemenkes mengajak masyarakat menerapkan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) melalui gerakan 3M Plus, yaitu menguras tempat penampungan air secara rutin, menutup rapat tempat penyimpanan air, serta mendaur ulang atau membuang barang bekas yang berpotensi menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk. Langkah tambahan meliputi penggunaan obat antinyamuk, pemasangan kawat kasa pada ventilasi, serta penaburan bubuk abate pada tempat penampungan air bila diperlukan.

Selain menjaga kebersihan lingkungan, masyarakat juga diimbau memastikan saluran air tidak tersumbat agar tidak menimbulkan genangan yang menjadi habitat nyamuk. Upaya pencegahan secara bersama-sama dinilai menjadi kunci dalam menekan penyebaran penyakit yang ditularkan oleh nyamuk, termasuk chikungunya dan demam berdarah.

Kementerian Kesehatan berharap masyarakat semakin memahami gejala awal chikungunya dan segera memeriksakan diri ke fasilitas pelayanan kesehatan apabila mengalami demam disertai nyeri sendi setelah tergigit nyamuk. Dengan menerapkan pola hidup bersih dan sehat serta menjalankan gerakan 3M Plus secara konsisten, risiko penularan chikungunya dapat diminimalkan sehingga kesehatan masyarakat tetap terjaga.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....